Share

SUPR, Emiten Milik Grup Djarum Hartono Bersaudara Rugi Rp68,9 Miliar di 2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 20 April 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 20 278 2582160 supr-emiten-milik-grup-djarum-hartono-bersaudara-rugi-rp68-9-miliar-di-2021-MgmnXA3c7R.jfif SUPR rugi Rp68,9 miliar pada 2021. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) membukukan pendapatan sebesar Rp2,07 triliun pada 2021.

Diketahui pendapatan perusahaan ini naik 8% dari Rp1,92 triliun dibandingkan tahun 2020.

Di mana meningkatnya pendapatan perseroan ini didorong oleh naiknya pendapatan sewa dari Rp1,8 triliun, menjadi Rp1,91 triliun atau meningkat 6,39%.

Pihak perusahaan mengatakan pendapatan jasa dan lainnya juga naik menjadi Rp157 miliar, dari Rp118,7 miliar secara tahunan atau year-on-year (yoy). Berdasarkan pelanggannya, SUPR mencatatkan pendapatan terbanyak dari PT XL Axiata Tbk. (EXCL), yakni sebesar Rp680,9 miliar pada 2021 atau mencapai 32,8% dari persentase jumlah pendapatan. Pendapatan dari XL ini meningkat 7,34 persen secara tahunan dari Rp634,4 miliar.

 BACA JUGA:Berkah Batu Bara, Prima Andalan (MCOL) Cetak Laba Rp3,8 Triliun Meroket 577%

Lalu, pelanggan selanjutnya yakni PT Hutchison 3 Indonesia sebesar Rp410,1 miliar, PT Telekomunikasi Selular sebesar Rp352,8 miliar, dan PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp307,9 miliar.

Kemudian, perseroan tercatat membukukan laba bruto sebesar Rp1,47 triliun, naik 24,4% dibandingkan Rp1,18 triliun secara yoy. Begitu pula laba usaha perseroan uang meningkat 32,85% dari Rp959,9 miliar, menjadi Rp1,27 triliun.

Namun, walaupun pendapatan meningkat, Solusi Tunas Pratama mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp68,9 miliar di 2021, dari laba bersih Rp189,6 miliar di 2020.

Untuk data rugi bersih ini diakibatkan oleh kerugian neto dari lindung nilai arus kas sebesar Rp478,5 miliar di 2021, yang tidak terjadi pada 2020.

Pada 2021, SUPR mencatatkan total aset senilai Rp11,63 triliun, naik dari akhir 2020 sebesar Rp11,15 triliun. Jumlah liabilitas perseroan tercatat berkurang menjadi Rp8,4 triliun di akhir Desember 2021, dari Rp9,34 triliun di akhir Desember 2020.

Serta, jumlah ekuitas Solusi Tunas Pratama meningkat menjadi Rp3,2 triliun di akhir 2021, dari Rp1,8 triliun di akhir 2020. Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 5-6%.

 BACA JUGA:Bank Mantap Cetak Laba Rp645,6 Miliar, Naik 50% di 2021

Direktur Utama Solusi Tunas Pratama, Juliawati Gunawan Halim pernah mengatakan, setelah akuisisi oleh PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), SUPR akan tetap fokus pada bisnis utamanya.

Dia menambahkan kalau akan menargetkan penambahan menara bisa tumbuh di kisaran 400 menara, dengan pertumbuhan tenant di angka 600-700 tenancy secara gross tahun ini.

Sebagai informasi, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di kisaran Rp700-Rp800 miliar untuk mendukung penambahan menara perseroan. Rencananya, capex ini akan didanai dari arus kas internal perusahaan dan pinjaman bank.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini