Dia pun membeberkan sejak dimulainya Stock Pick bulanan pada Agustus 2019 hingga 8 April 2022, Stock Picks Mirae Asset Sekuritas Indonesia sudah membukukan return akumulatif 60,2% (vs. IHSG 12,8%), sehingga memiliki keunggulan sebesar 47,4%.
Adapun untuk faktor kedua pendukung ramainya Ramadan dan Idul Fitri adalah prediksi kenaikan jumlah orang yang merayakan Hari Raya yaitu 85 juta orang, dibanding tahun lalu hanya 1,5 juta orang.
Di mana pembayaran tunjangan hari raya (THR) secara penuh kepada pemberi kerja, setelah direlaksasi 2 tahun terakhir, juga dinilai dapat memicu peningkatan daya beli masyarakat.
BACA JUGA:Debut Perdana, Saham Winner Nusantara (WINR) Meroket 35%
Sedangkan faktor ketiga adalah masih berlanjutnya penguatan harga komoditas yang bahkan diprediksi mampu memitigasi risiko dari potensi pengetatan moneter di AS berupa peningkatan suku bunga acuan AS oleh Bank Sentral AS (The Fed), yang diprediksi menaikkan suku bunga sebanyak 50 bps pada Mei.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina menambahkan, ramainya belanja masyarakat sepanjang bulan puasa dan Lebaran tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara analisis teknikal diprediksi akan konsolidasi.
Dia ikut memprediksi indeks saham utama itu ditutup pada 7.099 pada April setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa 7.355 pada 11 April 2022.
”Konsolidasi wajar terjadi setelah IHSG menyentuh all-time high, yang ditambah faktor puasa sepanjang bulan ini,” bebernya.
Dia menyebut kalau secara siklus pada bulan puasa lebih lesu karena faktor all-time high tadi dapat memicu aksi profit taking, tetapi untuk Mei atau periode setelah Lebaran, diprediksi dapat menguat dengan rentang pergerakan support-resistance pada 6.759-7.748.
(Zuhirna Wulan Dilla)