Share

Emiten Ritel Diprediksi Untung Besar di Lebaran 2022

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 25 April 2022 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 278 2584799 emiten-ritel-diprediksi-untung-besar-di-lebaran-2022-BxV2Oew3gd.jfif Emiten ritel diprediksi untung besar pada Lebaran 2022. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai kalau pelonggaran pembatasan karena melandainya kasus Covid-19 bakal membawa untung.

Hal itu diungkap Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Hariyanto Wijaya mengatakan, tingkat belanja masyarakat untuk mempersiapkan dan dalam menjalani mudik di tahun ini akan naik signifikan dibanding dua tahun terakhir itu akan menguntungkan emiten ritel seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

 BACA JUGA:PP Presisi (PPRE) Tebar Dividen Rp7,6 Miliar, Simak Jadwalnya!

“LPPF baru saja dimasukkan ke dalam daftar saham-saham pilihan (Stock Picks) Mirae Asset Sekuritas Indonesia,” ujarnya melalu keterangan resmi yang dikutip Senin (25/4/2022).

Dia menyebut faktor meredanya Covid-19 yang akan berdampak pada peningkatan mobilitas masyarakat menjadi faktor pendukung pertama dari ramainya Bulan Puasa dan Lebaran tahun ini.

Lalu, untuk faktor kedua adalah prediksi naiknya belanja publik di tengah perayaan Idul Fitri dan ketiga adalah kenaikan harga komoditas. Tren kunjungan ke stasiun, ritel dan rekreasi, taman, dan tempat kerja mencetak rekor tertinggi sejak pandemi.

Dia menjelaskan kunjungan ke toko kebutuhan sehari-hari dan farmasi juga mencetak rekor tertinggi sejak gelombang serangan virus Covid-19 varian delta. Penghuni baru Stock Picks lainnya adalah perusahaan pelayaran PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Dengan penambahan LPPF dan SMDR, maka Stock Picks Mirae Asset Sekuritas Indonesia menjadi BBNI, BBRI, LPPF, SMDR, ITMG, ADRO, UNTR, dan ANTM.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dia pun membeberkan sejak dimulainya Stock Pick bulanan pada Agustus 2019 hingga 8 April 2022, Stock Picks Mirae Asset Sekuritas Indonesia sudah membukukan return akumulatif 60,2% (vs. IHSG 12,8%), sehingga memiliki keunggulan sebesar 47,4%.

Adapun untuk faktor kedua pendukung ramainya Ramadan dan Idul Fitri adalah prediksi kenaikan jumlah orang yang merayakan Hari Raya yaitu 85 juta orang, dibanding tahun lalu hanya 1,5 juta orang.

Di mana pembayaran tunjangan hari raya (THR) secara penuh kepada pemberi kerja, setelah direlaksasi 2 tahun terakhir, juga dinilai dapat memicu peningkatan daya beli masyarakat.

 BACA JUGA:Debut Perdana, Saham Winner Nusantara (WINR) Meroket 35%

Sedangkan faktor ketiga adalah masih berlanjutnya penguatan harga komoditas yang bahkan diprediksi mampu memitigasi risiko dari potensi pengetatan moneter di AS berupa peningkatan suku bunga acuan AS oleh Bank Sentral AS (The Fed), yang diprediksi menaikkan suku bunga sebanyak 50 bps pada Mei.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Martha Christina menambahkan, ramainya belanja masyarakat sepanjang bulan puasa dan Lebaran tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara analisis teknikal diprediksi akan konsolidasi.

Dia ikut memprediksi indeks saham utama itu ditutup pada 7.099 pada April setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa 7.355 pada 11 April 2022.

”Konsolidasi wajar terjadi setelah IHSG menyentuh all-time high, yang ditambah faktor puasa sepanjang bulan ini,” bebernya.

Dia menyebut kalau secara siklus pada bulan puasa lebih lesu karena faktor all-time high tadi dapat memicu aksi profit taking, tetapi untuk Mei atau periode setelah Lebaran, diprediksi dapat menguat dengan rentang pergerakan support-resistance pada 6.759-7.748.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini