Share

Perlintasan Sebidang Masih Jadi Penghambat Laju Kereta Api

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 320 2586085 perlintasan-sebidang-masih-jadi-penghambat-laju-kereta-api-rO6FzMLRra.jpg Perlintasan Sebidang Masih Jadi Tantangan Perjalanan Kereta. (Foto: Okezone.com/KAI)

JAKARTA — Perjalanan kereta api kembali terhambat. Kali ini pada lintas Patukan-Rewulu, Yogyakarta, akibat gangguan perjalanan yang disebabkan truk mogok yang tertabrak KA Lodaya (Solo Balapan-Bandung) pada Selasa pukul 19.43 WIB.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut, namun terdapat kerusakan sarana, prasarana, dan keterlambatan perjalanan KA hingga 133 menit.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pemudik, Ada 38 Kereta Tambahan hingga 9 Mei 2022

“Jadi masih banyaknya perlintasan sebidang menyebabkan potensi adanya gangguan perjalanan dapat kembali terjadi. KAI berharap kepada seluruh pihak yang berwenang dapat membuat perlintasan sebidang KA menjadi tidak sebidang seperti flyover atau underpass,” kata Joni Martinus dalam keterangannya, Rabu (27/4/2022).

Setelah dilakukan perbaikan dan penggantian sarana, KA Lodaya sudah dapat kembali melanjutkan perjalanan dan jalur sudah bisa dilalui sejak pukul 21.00 WIB.

“Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 91 menyebutkan bahwa Perpotongan antara jalur kereta api dan jalan dibuat tidak sebidang,” tambahnya.

Baca Juga: KAI Antisipasi Operasional Kereta di Lokasi Rawan akibat Cuaca Ekstrem

“Kemudian pada Permenhub Nomor 94 Tahun 2018 Pasal 5 dan 6 yang menyatakan bahwa Evaluasi perlintasan sebidang harus dilakukan oleh pemerintah sesuai kelas jalannya dengan melibatkan KAI dan pihak terkait lainnya minimal 1 tahun sekali,” paparnya.

Berdasarkan hasil evaluasi tesebut, perlintasan sebidang dapat dibuat tidak sebidang, ditutup, ataupun ditingkatkan keselamatannya oleh Direktur Jenderal untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan nasional, Gubernur untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan provinsi, dan Bupati/Wali Kota untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan kabupaten/kota dan desa.

“Dengan membangun perlintasan tidak sebidang maka keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api dapat semakin meningkat,” ujar Joni.

Tidak hanya menyebabkan kerusakan lokomotif, akibat kejadian tersebut terjadi keterlambatan yang cukup tinggi pada perjalanan KA di lintas selatan Jawa.

Sebagai catatan, sampai dengan pertengahan April 2022, terjadi 59 kejadian kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang menyebabkan korban meninggal 26 orang, luka berat 27 orang, dan luka ringan 35 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini