Share

Wall Street 'Kebakaran', 3 Indeks Utama Anjlok

Antara, Jurnalis · Jum'at 06 Mei 2022 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 278 2589823 wall-street-kebakaran-3-indeks-utama-anjlok-kVm8cRxOk1.jpg Wall Street Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

 NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Kamis. Wall Street melemah karena terjadi aksi jual saham yang tinggi.

Hal ini disebabkan sentimen investor melemah dalam menghadapi kekhawatiran kenaikan suku bunga Federal Reserve tidak akan cukup untuk menstabilkan lonjakan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.063,09 poin atau 3,12% menjadi 32.997,97 poin. Indeks S&P 500 merosot 153,30 poin atau 3,56% menjadi 4.146,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq terpuruk 647,17 poin atau 4,99% menjadi 12.317,69 poin.

Baca Juga: Wall Street Melesat Usai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Menurut data Dow Jones Market, indeks 30 saham unggulan dan Nasdaq membukukan penurunan harian terburuk sejak 2020. 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing terjungkal 5,81% dan 4,93% memimpin kerugian.

Ketiga indeks utama Wall Street menghapus kenaikan yang dibuat selama reli pada Rabu (4/5/2022), dengan Nasdaq membukukan persentase penurunan satu hari terbesar sejak Juni 2020 dan penutupan terendah sejak November 2020.

Baca Juga: Wall Street Naik, Saham Keuangan dan Teknologi Laris Manis Jelang Keputusan The Fed

Saham megacaps teknologi merosot. Induk perusahaan Google Alphabet Inc, Apple Inc, Microsoft Corp, Meta Platforms, Tesla Inc dan Amazon.com semuanya merosot antara 4,3% hingga 8,3%.

Pelemahan saham terjadi satu hari setelah Federal Reserve AS menyampaikan kenaikan suku bunga yang diantisipasi secara luas. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (6/5/2022). 

The Fed mengumumkan kenaikan setengah poin dalam suku bunga acuan, kenaikan suku bunga paling tajam sejak tahun 2000, sebagai bagian dari upaya untuk memerangi inflasi.

Bank sentral AS juga memutuskan untuk mulai mengurangi kepemilikannya atas sekuritas utang pemerintah dan utang agensi dan sekuritas agensi yang didukung hipotek pada 1 Juni.

Dalam konferensi persnya, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kenaikan setengah poin tetap dipertimbangkan untuk beberapa pertemuan berikutnya, menambahkan kenaikan 75 basis poin tidak secara aktif dipertimbangkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini