Share

Harga Minyak Naik hingga 5% pada Minggu Ini

Antara, Jurnalis · Sabtu 07 Mei 2022 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 07 320 2590233 harga-minyak-naik-hingga-5-pada-minggu-ini-VjddKN36xo.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com)

HOUSTON - Harga minyak meningkat hampir 1,5% pada akhir perdagangan Jumat. Minyak membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut karena sanksi Uni Eropa terhadap minyak Rusia meningkatkan prospek pasokan yang lebih ketat dan membuat para pedagang mengabaikan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli menguat USD1,49 atau 1,3% menjadi USD112,39 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik USD1,51 atau 1,4% menjadi USD109,77 per barel.

Baca Juga: Kapan Mulai Jual Minyak Goreng Curah Rp14.000? Begini Penjelasan Bulog

"Dalam waktu dekat, fundamental untuk minyak adalah bullish dan hanya kekhawatiran perlambatan ekonomi di masa depan yang menahan kami," kata Analis Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Sabtu (7/5/2022).

Untuk minggu ini, harga minyak WTI naik sekitar 5,0%, sementara harga minyak Brent naik hampir 4,0%, setelah Uni Eropa menetapkan embargo terhadap minyak Rusia sebagai bagian dari paket sanksi terberatnya atas konflik di Ukraina.

Uni Eropa sedang mengubah rencana sanksinya, berharap untuk memenangkan negara-negara yang enggan dan mengamankan dukungan suara bulat yang dibutuhkan dari 27 negara anggota. Proposal awal menyerukan diakhirinya impor Uni Eropa atas produk minyak mentah dan minyak Rusia pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Harga Brent Terus Naik Didukung Sikap Uni Eropa terhadap Minyak Rusia

"Embargo Uni Eropa yang membayangi minyak Rusia memiliki kemampuan untuk menekan pasokan secara akut. Bagaimanapun, OPEC+ tidak berminat untuk membantu, bahkan ketika reli harga energi memacu tingkat inflasi yang berbahaya," kata Analis PVM, Stephen Brennock.

Mengabaikan seruan dari negara-negara Barat untuk menaikkan produksi lebih banyak, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen sekutu (OPEC+), tetap dengan rencananya untuk menaikkan target produksi Juni sebesar 432.000 barel per hari.

Namun analis memperkirakan kenaikan produksi aktual grup akan jauh lebih kecil karena kendala kapasitas.

"Tidak ada kemungkinan anggota tertentu memenuhi kuota itu karena tantangan produksi berdampak pada Nigeria dan anggota Afrika lainnya," kata Analis Pasar Senior Asia Pasifik OANDA, Jeffrey Halley..

Di sisi pasokan, jumlah rig minyak AS, indikator awal produksi masa depan, naik lima rig menjadi 557 minggu ini, tertinggi sejak April 2020.

Investor memperkirakan permintaan yang lebih tinggi dari Amerika Serikat di musim gugur ini karena Washington mengumumkan rencana untuk membeli 60 juta barel minyak mentah guna mengisi kembali persediaan darurat. Namun tanda-tanda melemahnya ekonomi global memicu kekhawatiran permintaan, membatasi kenaikan harga minyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini