Share

Bank MAS (MASB) Catat Laba Bersih Rp213 Miliar pada 2021, Naik Hampir 100%

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 278 2591070 bank-mas-masb-catat-laba-bersih-rp213-miliar-pada-2021-naik-hampir-100-kfZI69qFbH.JPG Bank MAS catat laba bersih Rp213 miliar. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) melaporkan pertumbuhan kinerja laba rugi yang menggembirakan sepanjang tahun 2021.

Direktur Utama Bank MAS, Ho Danny Hartono mengatakan, laba sebelum pajak meningkat 71% pada Desember 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp272 miliar. Sedangkan laba bersih tumbuh 96,99% secara tahunan.

"Laba neto sebesar Rp213 miliar atau tumbuh 96,99%. Nah untuk laba bersih Maret 2021 Rp44 miliar sedangkan Maret 2022 laba bersih Rp60 miliar sehingga pertumbuhan 37%," ujar Danny dalam Public Expose Tahunan 2022 Bank MAS, Senin (9/5/2022).

 BACA JUGA:15 Saham Perbankan Anjlok Usai Libur Lebaran, Ini Daftarnya

Rinciannya, laba bersih Bank MAS per Desember 2021 adalah Rp213 miliar atau 96,99% dibanding periode Desember 2020 sebelumnya sebesar Rp108 miliar.

Sehingga, lanjut Danny, pertumbuhan Bank MAS tetap baik dan terus berkembang untuk berfokus pada pertumbuhan kredit.

Pendapatan bunga bersih per Desember 2021 tumbuh sebesar 5,98% menjadi Rp627 miliar, hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga dari kredit dan penurunan biaya bunga karena meningkatnya simpanan dana murah.

Selain itu, beban Operasional meningkat sebesar 8,79% menjadi Rp280 miliar, terutama peningkatan beban tenaga kerja dan Beban umum administrasi. Beban CKPN meningkat sebesar 166,88% karena kredit yang bertumbuh.

Adapun Total Aset bertumbuh sebesar 7,73% menjadi Rp23,2 triliun karena ekspansi kredit dan dana lebih (excess fund) dari hasil IPO.

 BACA JUGA:Awas, Jangan Kendor! Ini 3 Tips Atur Uang Setelah Lebaran dari MNC Bank (BABP)

Kredit bertumbuh 5,31% dari Rp7.5 triliun menjadi Rp7,9 triliun, kelebihan dari likuiditas ditempatkan pada Bank Indonesia dan Surat Berharga.

Simpanan tumbuh 4,44% dari Rp19,3 triliun menjadi Rp20,2 triliun dengan rasio CASA 33,2%. Ekuitas meningkat sebesar 42,93% menjadi Rp2,7 triliun karena hasil dari IPO.

Danny menambahkan, Kinerja Keuangan tahun 2021 mengalami perbaikan yang signifikan dalam hal kecukupan modal, kredit dan marjin usaha.

Rasio CAR tetap terjaga di 26,42% dengan posisi modal terus akan diperkuat. Rasio NPL menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga kondisi Likuiditas tetap terjaga dengan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini