Selain itu, beban Operasional meningkat sebesar 8,79% menjadi Rp280 miliar, terutama peningkatan beban tenaga kerja dan Beban umum administrasi. Beban CKPN meningkat sebesar 166,88% karena kredit yang bertumbuh.
Adapun Total Aset bertumbuh sebesar 7,73% menjadi Rp23,2 triliun karena ekspansi kredit dan dana lebih (excess fund) dari hasil IPO.
BACA JUGA:Awas, Jangan Kendor! Ini 3 Tips Atur Uang Setelah Lebaran dari MNC Bank (BABP)
Kredit bertumbuh 5,31% dari Rp7.5 triliun menjadi Rp7,9 triliun, kelebihan dari likuiditas ditempatkan pada Bank Indonesia dan Surat Berharga.
Simpanan tumbuh 4,44% dari Rp19,3 triliun menjadi Rp20,2 triliun dengan rasio CASA 33,2%. Ekuitas meningkat sebesar 42,93% menjadi Rp2,7 triliun karena hasil dari IPO.
Danny menambahkan, Kinerja Keuangan tahun 2021 mengalami perbaikan yang signifikan dalam hal kecukupan modal, kredit dan marjin usaha.
Rasio CAR tetap terjaga di 26,42% dengan posisi modal terus akan diperkuat. Rasio NPL menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga kondisi Likuiditas tetap terjaga dengan baik.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.