Share

Kompak dengan IHSG, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp14.554/USD

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 11 Mei 2022 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 320 2592457 kompak-dengan-ihsg-rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-rp14-554-usd-foUryuAsWG.jpg Rupiah ditutup melemah hari ini. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini ditutup melemah di Rp14.554, walaupun sebelumnya ditutup menguat di level Rp14.574.

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka di rentang Rp14.540 - Rp14.580.

 BACA JUGA:Menguat, Rupiah Hari Ini Parkir di Level Rp14.555/USD

Hal ini disebut karena pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen The Fed.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Dolar melayang di dekat level tertinggi dua dekade terhadap mata uang utama pada hari ini, menjelang pembacaan kunci pada inflasi yang seharusnya memberikan petunjuk tentang seberapa agresif Federal Reserve dalam pengetatan kebijakan moneter.

"Investor akan mencermati pembacaan indeks harga konsumen AS bulan April pada hari Rabu untuk tanda-tanda inflasi mungkin mulai mereda, dengan ekspektasi menyerukan kenaikan tahunan 8,1% dibandingkan dengan kenaikan 8,5% yang tercatat di bulan Maret," ungkap Ibrahim dalam risetnya, Rabu (11/5/2022).

Selama ini sentimen tersebut membuat investor telah condong ke safe haven di tengah kekhawatiran tentang kemampuan Fed untuk menekan inflasi tanpa menyebabkan resesi, bersama dengan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan yang timbul dari perang di Ukraina dan meningkatnya kasus Covid-19 di China.

Setelah Fed menaikkan suku bunga acuan semalam sebesar 50 basis poin minggu lalu, kenaikan terbesar dalam 22 tahun, investor telah mencoba untuk menilai seberapa agresif bank sentral akan.

Ekspektasi sepenuhnya diperhitungkan untuk kenaikan lain setidaknya 50 basis poin pada pertemuan bank sentral bulan Juni.

Dari sisi domestik, inflasi Indonesia melonjak 0,95% (month to month/mtm) pada April 2022, dan ini menjadi level tertinggi sejak Januari 2017. Secara tahunan (year on year/YoY), inflasi Indonesia melesat ke level 3,47% atau tertinggi sejak Agustus 2019.

 BACA JUGA:Daftar 10 Mata Uang Terendah di Dunia, Ada Rupiah?

Inflasi tahunan tersebut semakin mendekati batas atas kisaran target BI yaitu 2-4%. Sedangkan inflasi inti pada April menembus 2,6% (YoY) yang merupakan rekor tertinggi sejak Mei 2020 atau dua tahun lalu di mana pada saat itu inflasi inti mencapai 2,65%.

Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) harus segera menyesuaikan suku bunga acuan dengan cara menaikkan suku bunga dalam pertemuan bulan ini BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), jika inflasi tinggi terus terjadi.

BI juga akan terus memonitor inflasi untuk memastikan bahwa BI akan memberikan respon kebijakan yang tepat. Selain itu juga akan terus memperkuat Kerjasama dengan pemangku kepentingan termasuk pemerintah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini