Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.893 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2026 |16:11 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.893 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun tipis 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.893 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (12/3/2026).

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu harga minyak melonjak tajam pada hari Kamis, sempat naik melewati USD100 per barel setelah laporan media menyebutkan dua kapal tanker minyak internasional telah dihantam di dekat Irak. Laporan lain menunjukkan Oman mengevakuasi terminal ekspor minyak utama, sementara Iran terlihat memblokir Selat Hormuz—jalur pasokan utama untuk sekitar seperlima minyak dunia.

Harga minyak yang lebih tinggi membuat pasar sebagian besar waspada terhadap peningkatan inflasi jangka panjang. Hal ini pada gilirannya memicu kekhawatiran atas kebijakan bank sentral yang lebih agresif dalam beberapa bulan mendatang.

Sinyal yang beragam tentang konflik Iran juga memicu pergerakan harga yang berfluktuasi di pasar logam minggu ini. Presiden AS Donald Trump dan pejabat lainnya berulang kali menegaskan bahwa perang Iran hampir berakhir, meskipun permusuhan terus berlanjut antara AS, Israel, dan Iran.

Data CPI Februari yang sesuai ekspektasi memberikan sedikit petunjuk, data inflasi PCE masih ditunggu. Meskipun angka tersebut sesuai dengan ekspektasi, hal itu tidak banyak menghilangkan kekhawatiran tentang peningkatan tekanan harga di masa depan yang didorong oleh sektor energi.

Fokus minggu ini sepenuhnya tertuju pada data indeks harga PCE untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan petunjuk yang lebih pasti mengenai inflasi. Data tersebut merupakan tolok ukur inflasi pilihan Federal Reserve, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam ekspektasi inflasi jangka panjang.

Dari sentimen domestik, kinerja APBN sampai Februari 2026 mencatatkan kinerja positif baik dari sisi penerimaan pajak dan belanja negara. Penerimaan pajak tumbuh di atas 30 persen.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement