Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.893 per Dolar AS

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2026 |16:11 WIB
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.893 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
A
A
A

Sementara itu, penyerapan belanja tumbuh 41,9 persen. Meski demikian, kalau melihat postur realisasi anggaran secara lengkap, APBN 2026 sampai Februari 2026 masih gali lubang tutup lubang.

Hal itu tampak dari realisasi keseimbangan primer yang mencatatkan defisit Rp35,9 triliun. Di sisi lain, beban bunga utang semakin naik. Angka keseimbangan primer yang defisit juga mengonfirmasi bahwa pemerintah menarik utang baru untuk menambal pokok lama.

Kendati demikian, jika mengacu kepada definisi di atas, angka estimasi pembayaran bunga utang pada bulan lalu telah mencapai Rp99,8 triliun. Angka Rp99,8 triliun diperoleh dari selisih antara defisit anggaran dengan realisasi keseimbangan primer. 

Artinya jika defisit tercatat sebesar Rp135,7 triliun dan defisit keseimbangan primer Rp35,9 triliun, maka selisihnya atau pembayaran bunga utang sebesar Rp99,8 triliun. Jumlah itu setara 16,64 persen dari pagu pembayaran bunga utang 2026 sebesar Rp599,4 triliun.

Nilai perkiraan pembayaran bunga utang itu naik sebesar 25,8 persen dari Februari 2025 yang diestimasi sebesar Rp79,3 triliun. 

Selain itu, pembayaran bunga utang itu setara 28,8 persen dari total realisasi belanja pemerintah pusat pada bulan Februari 2026 senilai Rp346,1 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan penyerapan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp44 triliun (9 Maret 2026) atau belanja subsidi dan kompensasi yang hanya sebesar Rp51,5 triliun hingga Februari 2026.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.890-Rp16.920 per dolar AS.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement