Share

5 Investor Asing Lirik Proyek Blast Furnace

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 13 Mei 2022 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 278 2593857 5-investor-asing-lirik-proyek-blast-furnace-EYm0nNy8oT.jpg 5 investor asing lirik proyek pabrik besi baja (Foto: Okezone)

JAKARTA – Lima investor asing minat investasi di pabrik besi baja atau blast furnace. Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim menyebut komitmen kerja sama ini akan direalisasikan pada 2022 ini.

Meski begitu, Silmy enggan merinci lebih jauh asal negara dari lima strategic partner tersebut. Menurutnya, kelima investor ini merupakan perusahaan kenamaan di Asia.

Adapun komitmen kemitraan ini dibangun melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang direncanakan disepakati tahun ini. Di mana, dua investor dijadwalkan menyepakati MoU pada Mei mendatang. Sementara, tiga investor lainnya pada Juli tahun ini.

"Rencananya Mei ini ada MoU, ada dua perusahaan, dan tiganya kurang lebih di Juli, MoU itu kita sepakat, masuk due diligence (uji tuntas)," ungkap Silmy kepada Wartawan, Jumat (13/5/2022).

Manajemen emiten baja pelat merah ini memang menawarkan investasi blast furnace kepada sejumlah investor asing. Namun hanya 10 saja yang memberi respon. Dari 10, hanya lima investor yang menyatakan ketertarikannya.

Silmy menilai investor yang dibidik merupakan perusahaan potensial di negaranya masing-masing.

"Kita tawarkan ke beberapa potensial partner, bahkan yang kita tawarkan itu lebih dari itu, cuman 10 yang mereply, menjawab dari 10 yang menjawab itu lima menyampaikan komitmennya, sekarang melakukan preliminary due diligence," ungkap dia.

Silmy optimis blast furnace akan segera beroperasi bila kemitraan sudah berjalan. Selain itu, manajemen juga perlu menambahkan satu fasilitas lagi.

"Itu kan harus ada investasi tambahan. Tinggal tambahan satu fasilitas, namanya BOF, sebenarnya ini fasilitas, itu kan ada besi cair, itu ditampung, kemudian dimurnikan, lalu ditambahkan nikel atau unsur-unsur tertentu dalam menghasilkan yang tadi," gumam dia.

Upaya menyelesaikan blast furnace sudah diupayakan Menteri BUMN Erick Thohir. Silmy mencatat langkah strategis yang dilakukan Erick baik di sisi komersial dengan mencari mitra bisnis dan melihat permasalahan proyek dari aspek hukumnya.

"Ada dua hal dalam proyek blast furnace, pertama menyelesaikan dari sisi komersial yaitu mencari partner. Kedua adalah dalam konteks penegakan hukum," ungkal Silmy dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini