Share

Limbah Bambu Disulap Jadi Rupiah, Diekspor hingga Belanda

Antara, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 455 2594202 limbah-bambu-disulap-jadi-rupiah-diekspor-hingga-belanda-ydi1V2eSSG.jpg Kerajinan bambu di ekspor ke Belanda (Foto: Antara)

JAKARTA - Limbah bambu disulap menjadi kerajinan dan di ekspor ke Belanda. Produk kerajinan bambu hasil perajin gerakan ekonomi kreatif nasional Cabang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mampu ekspor ke Negara Belanda melalui perusahaan di Jakarta.

"Kita banyak pesanan ekspor produk kerajinan bambu," kata Fahri ( 22) seorang perajin di Curugbitung Kabupaten Lebak, Sabtu (14/5/2022).

Produk kerajinan bambu di Curugbitung dengan memanfaatkan limbah bambu di daerahnya dapat bernilai menghasilkan pendapatan ekonomi.

Saat ini, mereka perajin bambu itu kebanyakan para pemuda lulusan SMA yang tergabung dalam gerakan ekonomi kreatif nasional cabang Kabupaten Lebak.

Produk kerajinan bambu itu, di antaranya membuat baki atau tampan untuk tempat buah-buahan, makanan, minuman aqua, tisu, kipas angin, tempat nasi, keranjang parcel, boboko, lampion dan lainnya.

"Semua produk itu bahan bakunya bambu," katanya.

Menurut dia, produk kerajinan itu ditampung oleh perusahaan eksportir berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp150 ribu/unit.

Selama ini, produk bambu itu di wilayahnya di Curugbitung menjadikan andalan ekonomi pemuda. Produk kerajinan bambu tersebut menggunakan peralatan tradisional, sehingga kualitas cukup baik.

"Kami mengembangkan usaha kerajinan ini untuk mengembangkan potensi yang ada di daerah, " kata Fahri sambil menyatakan produk bambu kerapkali mengikuti pameran.

Begitu juga perajin lainnya, Jaelani (23) mengaku saat ini permintaan produk kerajinan bambu ke negeri Kincir melonjak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Produk bambu di Curugbitung berjalan sekitar tiga tahun terakhir dan dibina oleh pemerintah daerah untuk membentuk kemandirian pemuda agar kreatif dan inovatif.

Sebab, kata dia, saat ini lulusan SMA di wilayahnya begitu sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan demikian, mereka pemuda di sini mendapatkan pembinaan yang tergabung gerakan ekonomi kreatif nasional Cabang Kabupaten Lebak.

"Kami dengan menggeluti kerajinan bambu bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp7 juta/ bulan," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Abdul Waseh mengapresiasi produk ekonomi kreatif pemuda mampu berkarya diberbagai bidang usaha, termasuk kerajinan bambu Curugbitung ekonomi kreatif.

Saat ini, dirinya mendorong pemuda itu mandiri, tumbuh, bangkit, bangun Lebak produktif.

"Kami terus membina agar pemuda itu kreatif, produktif dan mandiri sehingga dapat membangkitkan ekonomi masyarakat," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini