Share

Pasar Saham Makin Menarik, Minat IPO Masih Tinggi

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 19 Mei 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 278 2596775 pasar-saham-makin-menarik-minat-ipo-masih-tinggi-1xXsgnSuxb.jpg Minat IPO perusahaan masih tinggi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA Pasar saham Indonesia semakin menarik bagi calon emiten. Hal ini tercermin dari tingginya minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal.

Padahal indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi 8,73% dan kapitalisasi pasar turun 7,23% sepanjang pekan lalu.

“Sampai dengan tanggal 10 Mei 2022, terdapat 38 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham. Sampai saat ini, perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham bursa tersebut merupakan perusahaan yang masih dalam proses IPO (on schedule),” Kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, kemarin.

Ditegaskan Yetna, dari jumlah pipeline IPO tidak ada yangt menyatakan untuk mundur go public dalam kondisi saat ini. Bahkan, berdasarkan catatan BEI, sampai dengan tanggal 13 Mei 2022, dibandingkan periode yang sama tahun 2021 lalu, jumlah perusahaan yang melakukan penundaan IPO relatif berkurang.

“Kami berharap seluruh perusahaan yang berada pada pipeline pencatatan saham, dapat segera mencatatkan sahamnya di bursa,” ungkapnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tambah Nyoman, perusahaan yang telah merencanakan IPO dan telah menyampaikan dokumen pernyataan pendaftaran maupun permohonan pencatatan, dipastikan telah merencanakan rencana tersebut dengan matang. “Kami berharap, perusahaan yang berencana IPO dapat merealisasikannya sesuai rencana,” pungkasnya.

Sementara itu, ia menilai penundaan IPO bisa terjadi yang dipicu berbagai faktor, baik faktor internal perusahaan maupun faktor eksternal perusahaan. Faktor eksternal perusahaan diantaranya adalah kondisi pasar modal yang kurang kondusif, perubahan peraturan, dan lain-lain. Sedangkan faktor internal perusahaan misalnya perusahaan memperoleh investor strategis yang dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan, restrukturisasi group perusahaan.

“Dalam hal kondisi ekonomi maupun pasar modal sudah relatif kondusif, kami memperkirakan perusahaan-perusahaan tersebut dapat menyampaikan kembali permohonan pencatatan kepada Bursa,” kata Nyoman.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini