Share

Wabah PMK Bikin Pedagang Daging Teriak, Omzet Jualan Anjlok

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 19 Mei 2022 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 19 320 2596698 wabah-pmk-bikin-pedagang-daging-teriak-omzet-jualan-anjlok-phxjgnki9B.JPG Wabah PMK bikin pedagang daging teriak. (Foto: Okezone)

MALANG - Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang merebaknya di hewan sapi membuat pedagang daging merugi.

Pasalnya omzet dagangan mereka menurun imbas adanya penyakit mulut dan kuku.

Penjual daging di Pasar Besar Malang bernama Latifah mengungkapkan, penjualan daging daging miliknya diakui menurun cukup signifikan beberapa waktu terakhir ini.

 BACA JUGA:Waspada! Daging Hewan Terinfeksi PMK Tak Berbeda dengan Daging Sehat

Bahkan seharinya, dia hanya mampu menjual rata-rata 25 kilogram, dari biasanya 35 - 40 kilogram.

"Adanya PMK berpengaruh terhadap penjualan, orang pada takut. Biasanya beli banyak, menjadi sedikit. Sekarang sepi, yang membeli biasanya pelanggan saja, orang luar hampir tidak ada," kata Latifah pada Kamis (19/5/2022).

Padahal secara harga Latifah menyebutkan ada penurunan dibanding sebelum lebaran Hari Raya Idul Fitri.

Sebelumnya harga daging yang berkualitas premium Rp140.000 per kilogramnya, kini turun menjadi Rp130.000 per kilogramnya.

Sementara untuk daging rawon berkualitas seharga Rp120.000, dari sebelumnya Rp125.000 per kilogramnya sebelum hari raya.

"Harga turun, pembeli malah menurun, masih sepi. Setelah hari raya ramai, biasanya sebelumnya per hari 35-40 kilogram daging terjual. Sekarang 25 kilogram per hari itu sudah bagus," ujarnya.

Namun, perempuan berusia 60 tahun ini mengungkapkan pasokan daging sapi dari agen lancar dan tidak kendali.

Meski demikian, adanya PMK mengakibatkan pemotongan dagingnya juga menurun.

"Pasokan daging tetap aman. Namun, biasanya yang dipotong sapi besar, 300 kilogram, sekarang turun. Sapinya lebih kecil, karena permintaan sedikit jadi memotong yang lebih kecil. Tidak bisa seperti biasanya memotong sapi besar," jelasnya.

Dia tips agar daging sapi yang dikonsumsi masyarakat aman, mengingat penyakit PMK itu sudah ada sejak dahulu.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Sebenarnya untuk daging sendiri itu prosesnya sudah terjamin. Di Kota Malang ini paling bersih di RPH-nya. Kalau diolah dengan tepat, tidak berbahaya penyakit PMK itu," urainya.

"Itu sepertinya sudah biasa, dari dahulu sudah ada. Kalau dari pedagang, sesungguhnya PMK itu sudah ada sejak dulu, saya tahu dari TV, sekarang memang dibesar-besarkan. Saya tidak tahu kenapa seperti itu, pasarnya menjadi sepi," tambahnya.

 BACA JUGA:DPR Minta Wabah PMK Hewan Ternak Ditangani dengan Cepat

Di sisi lain konsumen daging sapi Salma mengaku khawatir mengonsumsi daging sapi pasca merebaknya PMK.

"Sebenarnya khawatir ada PMK itu, tapi saya mengetahui bagaimana cara mengolah agar tetap aman dikonsumsi," ucapnya.

Dia menambahkan, daging sapi yang dibelinya bakal diolah kembali dan dijadikan lauk untuk berjualan nasi campur.

Sejauh ini kendati ada PMK, porsi berjualannya juga tak berpengaruh.

"Saya memang berlangganan di sini. Saya membelinya tetap tidak dikurangi meskipun ada PMK itu," tegasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini