Share

Mentan Jamin Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Tidak Menular pada Manusia

Ikhsan Permana, MNC Portal · Sabtu 21 Mei 2022 19:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 21 320 2598025 mentan-jamin-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-tidak-menular-pada-manusia-BSbCqdJ3yf.jpg Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada Hewan Ternak. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan tidak berbahaya bagi manusia.

"Tidak berbahaya bagi manusia, tidak menular pada manusia tetapi kita harus waspada," ungkap Mentan, dikutip dari channel Youtube MNC News, Sabtu (21/5/2022).

Baca Juga: Mengenal Wabah PMK, Penyakit Hewan yang Dari Dulu Pernah Menyebar di Indonesia

Meskipun begitu, Mentan menjelaskan kalau wabah ini perlu diantisipasi dan ditanggapi secara serius, sebab penyebarannya berlangsung cepat.

"Pengembangan ini sangat akseleratif sangat cepat, karena wabah ini bisa melalui airbone, melalui carrier dan kontak," jelasnya.

Baca Juga: Waspada! Ini 3 Cara Penularan Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan Ternak Sapi

Mentan Syahrul menambahkan wabah PMK memanglah ada, tapi dari data jumlah kematian sangatlah sedikit.

"Jadi yang terkontaminasi itu dan yang mati itu dibawah 1 persen, jadi kalau di data yang ada itu hanya di sekitar 1 persen lah (tingkat kematian)," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Kementerian Pertanian saat ini sudah menyediakan kontak pengaduan dan ada konsultasi yang dibuka setiap hari, sehingga peternak bisa melakukan pengaduan melalui kontak WhatsApp di nomor 0812-86345622 dan 0812-86345633. Ikhsan Permana SP

Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah atau genap seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liat yang seperti gajah, rusa dan sebagainya.

Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan, dan bertahan hidup di tulang, kelenjar, susu serta produk susu.

"Masa inkubasi 1-14 hari. Angka kesakitan bisa mencapai 100%, angka kematian tinggi pada hewan muda atau anak," terang Kementan dalam Instagramnya, Senin (16/5/2022).

Penyakit ini berdampak pada penurunan produksi susu, kematian mendadak. Kemudian keguguran, infertilitas, penurunan berat badan dan hambatan perdagangan dan ekspor.

Masyarakat dapat mengenali tanda-tanda PMK pada hewan seperti ditemukan lepus yang berisi cairan atau luka yang terdapat pada lidah, gusi, hidung dan teracak/kuku hewan yang terinfeksi. Hewan tidak mampu berjalan (pincang). Air liur berlebihan dan hilang nafsu makan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini