Share

Harga Minyak Menguat Tipis, Brent Dijual USD113,4/Barel

Antara, Jurnalis · Selasa 24 Mei 2022 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 320 2599126 harga-minyak-menguat-tipis-brent-dijual-usd113-4-barel-mFCGJQyhHh.jpg Harga Minyak Mentah Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

HOUSTON - Harga minyak berubah pada akhir perdagangan Senin. Hal ini karena kekhawatiran atas kemungkinan resesi bersaing dengan prospek permintaan bahan bakar yang lebih tinggi.

Pasar juga tengah menyoroti rencana Shanghai dibuka kembali setelah dua bulan penguncian virus corona.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli menguat satu sen atau 0,01% menjadi USD110,29 per barel, setelah sempat menguat lebih dari USD1,60 atau 1,5%. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli terangkat 87 sen atau 0,7% menjadi USD113,42 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Naik hingga 5% pada Minggu Ini

"Ada awan hitam berkumpul di sekitar pasar keuangan di sini dan itu mulai berdampak pada minyak mentah. Kesehatan ekonomi global dipertanyakan pada saat ini," ujar Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger, dikutip dari Antara, Selasa (24/5/2022).

Berbagai ancaman terhadap ekonomi global melampaui kekhawatiran orang-orang kaya di dunia pada KTT ekonomi tahunan Davos, dengan beberapa menandai risiko resesi di seluruh dunia.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan tidak memperkirakan resesi untuk ekonomi-ekonomi utama tetapi tidak dapat mengesampingkannya.

Baca Juga: Harga Brent Terus Naik Didukung Sikap Uni Eropa terhadap Minyak Rusia

Kerugian minyak dibatasi oleh ekspektasi permintaan bensin akan tetap tinggi. Amerika Serikat akan memasuki musim mengemudi puncaknya yang dimulai pada akhir pekan Memorial Day pada akhir minggu ini.

Meskipun ada kekhawatiran bahwa kenaikan harga bahan bakar dapat mengurangi permintaan, analis mengatakan data mobilitas dari TomTom dan Google telah naik dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan lebih banyak pengemudi di jalan di tempat-tempat seperti Amerika Serikat.

Untuk mengatasi krisis pasokan besar dan menumpulkan kenaikan harga, Gedung Putih sedang mempertimbangkan deklarasi darurat untuk melepaskan solar dari persediaan yang jarang digunakan, kata seorang pejabat pemerintah.

Ketidakmampuan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan akhir tentang pelarangan minyak Rusia setelah invasi negara itu ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus", telah membatasi kenaikan harga minyak. Hongaria terus menentang larangan yang diusulkan, memastikan tidak ada guncangan mendadak untuk pasokan.

"Tekanan terus-menerus dalam produk minyak sulingan di AS dan risiko Ukraina/Rusia yang selalu ada menopang harga," kata Analis Pasar Senior OANDA, Jeffrey Halley.

Shanghai, pusat komersial China, bertujuan untuk menormalkan kehidupan mulai 1 Juni ketika beban kasus virus corona menurun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini