Hal ini sejalan dengan fokus pembahasan di WEF mengenai isu energi baru dan terbarukan (EBT) yang sesuai dengan misi dalam presidensi G20 tahun 2022. Dalam gelaran WEF 2022, Menperin terus melakukan pertemuan dengan berbagai perusahaan otomotif agar menaruh investasi industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.
"Pemerintah sangat yakin bahwa investasi mobil listrik di Indonesia akan sangat baik. Tidak hanya bicara mengenai bahan baku atau raw material, soal nikel dan turunannya tapi juga potensi market-nya. Sehingga Pemerintah RI akan terus membantu dan memastikan agar investasi di sektor ini dapat berhasil," ujar Menperin.
Dalam agenda lain, Menperin hadir dalam pertemuan dengan perusahaan semikonduktor, software, dan penyedia teknologi wireless asal Amerika Serikat, Qualcomm.
Kepada Chief Executive Officer Qualcomm Cristiano Amon, Menperin menyampaikan peluang investasi untuk mendukung akselerasi digitalisasi di industri otomotif, yang memungkinkan keterlibatan industri kecil dalam rantai industri tersebut.
Selain itu, di masa pandemi, terjadi peningkatan penetrasi internet di Indonesia yang sangat masif, sehingga membuat potensi pengembangan produk-produk penunjang konektivitas menjadi sangat mutlak.
"Karena itu, kami mengajak Qualcomm agar turut serta berperan aktif dalam proses ini," ujar Menperin.