Share

Cetak Laba Rp459 Miliar, Kinerja Keuangan Mitratel (MTEL) Stabil

Antara, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 278 2599959 cetak-laba-rp459-miliar-kinerja-keuangan-mitratel-mtel-stabil-IgOa3XXIQt.jpg Pefindo Berikan Peringkat idAAA ke Mitratel. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mendapat peringkat idAAA dengan outlook stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Analis Pefindo Ayuningtyas NP mengatakan, peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan. Di mana kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya adalah superior.

"Pefindo memberikan peringkat 'idAAA' kepada Mitratel dengan outlook untuk peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat 'idAAA' tersebut berlaku sejak 13 Mei 2022 hingga 1 Mei 2023," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga: Dayamitra (MTEL) Gelar RUPST Bulan Depan, Catat Tanggalnya

Lebih lanjut, peringkat tersebut mencerminkan posisi Mitratel yang sangat kuat. Mitratel memiliki visibilitas pendapatan yang kuat dengan kontrak jangka panjang yang berasal dari pihak klien.

"Mitratel memiliki profil bisnis yang sangat kuat disertai profil keuangan yang sangat kuat pula," ujar Analis Pefindo Martin Pandiangan.

Pada 2021, Mitratel melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan meraup dana sebesar Rp18,8 triliun.

Baca Juga: Laba Meroket 130%, Bagaimana Prospek Saham MTEL?

Sebagian besar dana hasil IPO atau setara dengan 90% dialokasikan untuk pembiayaan belanja modal (capital expenditure/capex), sedangkan 10 persen sisanya dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja.

Hingga kuartal I-2022, Mitratel membukukan laba bersih sebesar Rp459 miliar. Laba bersih Mitratel pada kuartal I 2022 itu meningkat 34 persen jika dibandingkan Rp343 miliar pada periode sama 2021.

Dengan demikian, marjin laba bersih juga meningkat, dari 22,3 persen pada kuartal I 2021 menjadi 24,6 persen pada kuartal I 2022.

Pertumbuhan laba Mitratel ditopang oleh meningkatnya pendapatan konsolidasi sebesar 21,5 persen menjadi Rp1,87 triliun pada kuartal I 2022. Lebih rincinya, pendapatan konsolidasi Mitratel pada periode ini berasal dari segmen tower owned sebesar Rp1,464 triliun, naik sebesar Rp282 miliar atau 24,4 persen (yoy).

Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sewa menara dan juga peningkatan kolokasi, termasuk dari aset hasil akuisisi menara Telkomsel dan Telkom pada Agustus 2021 lalu.

Selain itu, pendapatan Mitratel dari segmen tower-related business juga melambung 34,1 persen atau naik Rp59 miliar, dari Rp170 miliar menjadi Rp229 miliar. Peningkatan di segmen tersebut akibat kejelian perusahaan dalam memilih peluang-peluang yang lebih menguntungkan.

Selanjutnya, EBITDA Mitratel juga bertumbuh Rp322 miliar atau 28,8 persen (yoy), mewakili marjin EBITDA perseroan sebesar 77,1 persen yang meningkat 4,4 basis poin dibandingkan tahun lalu.

Per Maret 2022, Mitratel memiliki dan mengoperasikan 28.577 menara di Indonesia, bertambah 371 menara selama kuartal I 2022. Total portofolio Mitratel itu terdiri dari 12.034 menara di Jawa dan 16.543 menara berada di luar Jawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini