Share

Mitratel (MTEL) Bangun Infrastruktur Ekonomi Digital

Selasa 28 Desember 2021 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 278 2523685 mitratel-mtel-bangun-infrastruktur-ekonomi-digital-3jEOBitEhQ.jpg Infrastruktur Ekonomi Digital. (Foto: Okezone.com/Egypt Today)

JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) melakukan kerjasama dengan PT Alita Praya Mitra (Alita), untuk memperluas cakupan layanan serat optik dengan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan dan penyewaaan 6.000 kilometer jaringan serat optic secara nasional.

Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Teguh Prasetya mengatakan, perjanjian kerjasama ini merupakan satu bentuk kolaborasi bersama dalam mewujudkan sinergi antara kedua perusahaan untuk meningkatkan penetrasi fiberisasi di Indonesia.

Baca Juga: 615 Tower Gunakan Energi Baru Terbarukan

“Layanan serat optik ini akan mendukung dan meningkatkan kualitas serta kuantitas implementasi internet baik mobile broadband melalui BTS 4G dan 5G, maupun fixed broadband FTTx,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (28/12/2021).

Lingkup kerjasama berupa pembangunan dan pemasaran terhadap 6.000 kilometer jaringan serat optik khususnya di wilayah Sulawesi, Sumatera dan Jawa yang akan dibangun serta dioperasikan oleh Mitratel dan dikerjasamakan bersama Alita.

Baca Juga: Saham Mitratel Turun 0,62% saat Perdagangan Perdana di BEI

Adanya kerjasama ini diharapkan memperkuat jaringan serat optik untuk mendukung fiberisasi gelaran 5G secara lebih masif dan penguatan 4G yang dilakukan operator seluler guna meningkatkan kualitas layanan mobile broadband hingga mencapai kecepatan di atas 1 Gbps disisi penggunanya.

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam sambutannya pada acara penandatanganan PKS ini menyampaikan bahwa kerjasama pembangunan jaringan serat optik antara Mitratel dengan Alita merupakan aksi organic sesuai rencana perseroan untuk memperkuat infrastruktur Digital Ecosystem di Indonesia.

“Pembangunan jaringan serat optik sepanjang 6.000 kilometer di 5 Provinsi akan mendukung fiberisasi sekitar 1.500 tower. Hal ini selaras dengan rencana dan program perseroan dalam mendukung implementasi teknologi 5G di Indonesia dan Digital Ecosystem diantaranya IoT, small cell dan edge computing,” kata Theodorus Ardi Hartoko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini