Share

Laba Meroket 130%, Bagaimana Prospek Saham MTEL?

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 278 2563118 laba-meroket-130-bagaimana-prospek-saham-mtel-4IUXh9dBFA.jpg Laba Mitratel Meningkat. (Foto: Okezone.com/Antara)

JAKARTA - Saham PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) Tbk (MTEL) memiliki potensi bagus didukung perolehan laba yang meningkat signifikan mendekati 130% menjadi Rp1,38 triliun.

Analis Senior Pasar Modal PT Samuel Sekuritas Indonesia, Yosua Zisokhi, merekomendasikan “beli” (buy) saham MTEL.

Baca Juga: MTEL Mau Bangun 750 Menara Baru dan 6.000 Km Fiber Optik Tahun Ini

“Saham MTEL layak dikoleksi (“beli”) di harga sekarang,” katanya, Kamis (17/3/2022).

MTEL membukukan pertumbuhan pendapatan tahun 2021 sebesar 11% menjadi Rp6,87 triliun, jika dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp6,18 triliun. MTEL juga berhasil meningkatkan EBITDA pada 2021 mencapai Rp5,18 triliun, meningkat 23,9% dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp4,18 triliun.

Selain itu, MTEL juga melakukan banyak efisiensi, terutama dari depresiasi. Itu membuat laba bersih MTEL meningkat signifikan mendekati 130% menjadi Rp1,38 triliun, dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp602 miliar. Ini diikuti margin laba bersih MTEL yang meningkat mencapai 20,1% tahun lalu, dari sebesar 9,7% pada tahun 2020.

Baca Juga: Google Cs Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Digital RI Tembus Rp2.087 Triliun, Ini 4 Strategi Mitratel (MTEL)

“Pencapaian kinerja MTEL tahun lalu itu melebihi ekspektasi kami. Karena kami perkirakan sedikit di bawah itu. Tapi secara umum sangat bagus bagi MTEL untuk memulai tahun 2022,” katanya.

Pada 2022 ini, MTEL dikabarkan akan mengakuisisi menara lagi.

“Itu yang kita tunggu-tunggu. Apalagi sekarang MTEL memiliki dana besar setelah IPO puluhan triliun, itu akan dipakai untuk akuisisi. Saya pikir, ini sangat baik dan bagus untuk kinerja MTEL,” pungkas Yosua.

MTEL tahun lalu mengakuisisi 8.139 menara Telkomsel dan 798 tower Telkom. Hal ini membuat pendapatannya tumbuh. Pendapatan itu didapat MTEL dari penyewaan kontrak menara dengan durasi sekitar 10 tahun. Ini sangat bagus untuk ke depannya.

“Jadi otomatis, dalam 10 tahun ke depan, MTEL mendapatkan pendapatan sebesar yang didapat tahun 2021. Nah, untuk menambah pendapatan dan laba bersih, MTEL cukup menambah sekitar 500 -750 menara baru per tahun. Itu sudah sangat oke,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini