Share

615 Tower Gunakan Energi Baru Terbarukan

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Senin 29 November 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 29 470 2509060 615-tower-gunakan-energi-baru-terbarukan-mqH7Fq7HYw.jpg Tower Manfaatkan Energi Terbarukan. (Foto: okezone.com)

JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel memanfaatkan teknologi Solar Panel System (SPS) untuk mensuplai kebutuhan energi pada tower yang belum tersedia jaringan listrik nasional khususnya tower yang berlokasi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Upaya ini juga dalam meningkatkan penggunaan Energi Baru terbarukan (EBT) dan mengurangi emisi karbon.

Penggunaan Solar Panel System menjadi solusi karena sumber energi surya yang tersedia di wilayah Indonesia melimpah yaitu rata-rata penyinaran tertinggi atau puncak berkisar antara 4-6 jam per hari. SPS ini mampu memasok kebutuhan energi untuk tower selama kurang lebih 12 jam per hari dan pengisian baterai untuk suplai daya pada malam hari. Dengan demikian kebutuhan energi untuk operasional tower beserta perangkat didalamnya dapat terpenuhi secara penuh oleh SPS.

Baca Juga: Mitratel Bidik Dana IPO Rp24 Triliun, Bisnis Menara Diprediksi Moncer di Era 5G

Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Pratignyo A.B mengatakan, sampai dengan pertengahan tahun 2021 tercatat ada 615 tower yang tersebar di seluruh Indonesia telah memanfaatkan SPS. Dengan penggunaan SPS ini, Mitratel dapat memenuhi kebutuhan daya guna menyediakan digital connectivity di daerah 3T.

Dengan berkembangnya teknologi ke depan, komunikasi masyarakat dapat berjalan secara efektif dan efisien sehingga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah 3T.

Baca Juga: IPO, Mitratel (MTEL) Jadi Emiten ke-41 Tahun Ini

“Untuk mendukung operasional dan monitoring perangkat, SPS harus didukung surveillance system sebagai langkah digitalisasi dalam monitoring availability site untuk menjamin performansi yang maksimal. Dengan surveillance system kita akan mendapatkan informasi aktual terkait availability perangkat yang ada pada tower,” uja Pratignyo, dalam keterangannya, Senin (29/11/2021).

Sebelumnya, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Ririek Adriansyah mengungkapkan bahwa strategi go public bagi anak usahanya tersebut bakal memberikan keuntungan, baik dari segi valuasi hingga peningkatan harga saham TLKM. "Inilah yang kita harapkan dan menjadi salah satu motif utama kita untuk meng-IPOkan Mitratel di samping beberapa alasan yang lain," kata Ririek.

Terkait harapan adanya peningkatan valuasi untuk grup Telkom, Ririek mencermati bahwa unlock Mitratel ke publik justru dapat mengekspos bisnis menara lebih luas. Hal tersebut menurutnya lebih baik daripada Mitratel terkunci di bawah grup Telkom.

Ririek menghitung bahwa valuasi nilai perusahaan / enterprise value (EV) dengan EBITDA Telkom Group berada di bawah industri tower sebesar 5,4x. EV/EBITDA merupakan rasio untuk menghitung valuasi perusahaan.

"Tower ini secara valuasi lebih tinggi daripada telekomunikasi. Kira-kira kalau dari segi multiple EBITDAnya atau kalau dihitung dari pengkalian dari EBITDA perusahaan maka multiple tower ini hampir dua kali lipat dari telekomunikasi," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini