Share

Brent dan WTI Stabil Jelang Keputusan Uni Eropa terhadap Minyak Rusia

Antara, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 07:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 320 2599815 brent-dan-wti-stabil-jelang-keputusan-uni-eropa-terhadap-minyak-rusia-loIGU6d8qE.jpg Harga Minyak Mentah Stabil. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Selasa, setelah perdagangan bergejolak karena kekhawatiran pasokan ketat mengimbangi kekhawatiran atas kemungkinan resesi dan pembatasan Covid-19 di China.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 14 sen menjadi USD113,56 dolar AS per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli turun 52 sen menjadi ditutup di USD109,77 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat Tipis, Brent Dijual USD113,4/Barel

Harga berubah negatif setelah Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan, Presiden Joe Biden tidak mengesampingkan penggunaan pembatasan ekspor untuk mengurangi melonjaknya harga bahan bakar domestik.

"Awalnya asumsinya akan menurunkan harga produk di Amerika Serikat," kata Analis Price Futures Group,Phil Flynn, dikutip dari Antara, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga: Uni Eropa Bakal Larang Impor Minyak Rusia, Harga Brent Meroket 4,9%

Minyak telah melonjak tahun ini dengan Brent mencapai 139 dolar AS pada Maret, level tertinggi sejak 2008, setelah invasi Rusia ke Ukraina memperburuk kekhawatiran pasokan.

Harga didukung di awal sesi karena Uni Eropa segera menyetujui larangan impor minyak Rusia. Embargo itu kemungkinan akan disetujui dalam beberapa hari.

Perjalanan selama akhir pekan Memorial Day AS yang akan datang diperkirakan akan menjadi yang tersibuk dalam dua tahun karena lebih banyak pengemudi turun ke jalan dan melepaskan penguncian virus corona meskipun harga bahan bakar di SPBU tinggi.

Stok minyak mentah AS naik 567.000 barel pekan lalu, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute (API) yang dirilis setelah pasar ditutup. Persediaan bensin turun 4,2 juta barel, sementara stok sulingan turun 949.000 barel.

Persediaan minyak mentah dan bensin AS kemungkinan turun minggu lalu, sementara stok sulingan terlihat naik, jajak pendapat Reuters yang diperpanjang menunjukkan menjelang data pemerintah yang dirilis pada Rabu waktu setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini