Share

Lapor Jokowi, BPKP Catat Realisasi Belanja Produk Lokal Sudah Rp506,7 Triliun

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 25 Mei 2022 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 320 2599901 lapor-jokowi-bpkp-catat-realisasi-belanja-produk-lokal-sudah-rp506-7-triliun-bVm4M5Os7e.jpg Realisasi Belanja Produk Lokal. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mencatat komitmen kementerian, lembaga, dan daerah untuk beli produk dalam negeri (PDN) mencapai Rp506,57 triliun. Jumlah ini membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh merinci, dari jumlah Rp506,57 triliun, komitmen K/L sebesar Rp240,32 triliun dan pemda Rp266,25 triliun. Sementara itu, komitmen BUMN untuk PDN juga telah mencapai Rp296 triliun.

"Sebagaimana arahan Bapak Presiden, untuk memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian negara, pengutamaan produk dalam negeri harus dibangun dalam suatu ekosistem berkelanjutan," ungkap Ateh kepada Presiden Joko Widodo, dikutip Rabu (25/5/2022).

Baca Juga: Ingat! Pejabat Tak Belanja Produk Lokal Siap-Siap Dipecat

Ateh mencatat sejak digulirkannya program ini, BPKP telah melakukan pengawasan secara komprehensif terhadap pelaksanaan program afirmasi belanja pemerintah untuk PDN, baik dari sisi demand, dalam hal ini permintaan K/L/D dan BUMN atas PDN, tata kelola market atau e-katalog PBJ Pemerintah, dan supply (kesiapan industri dalam negeri).

Meski komitmen K/L/D dan BUMN terhadap PDN cukup baik, Ateh mencatat terdapat tantangan berupa memastikan komitmen tersebut betul-betul direalisasikan.

Menurutnya, monitoring BPKP melalui Aplikasi Sistem Pengawasan P3DN terintegrasi mendapati capaian yang belum optimal. Hasil pengisian self assessment K/L/D pada aplikasi tersebut per 23 Mei 2022 menunjukkan realisasi belanja PDN baru mencapai Rp7,00 triliun, sedangkan pada BUMN mencapai Rp49,37 triliun.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tegaskan Uang Rakyat Jangan Dibelikan Barang Impor

"Pimpinan K/L/D dan BUMN perlu mendorong percepatan realisasi dan melaporkannya dalam aplikasi tersebut. BPKP akan terus memastikan akurasi capaian yang dilaporkan," ungkapnya.

Dari catatan BPKP yang dilaporkan kepada Presiden bahwa tata kelola marketplace belanja pemerintah, pengawasan BPKP mendapati adanya peningkatan yang cukup signifikan atas jumlah barang yang ditayangkan pada e-katalog dibandingkan tahun lalu.

Per 23 Mei 2022, terdapat kenaikan sebesar 105.000 jenis produk atau 103% dari jumlah pada 2021, sehingga menjadi 206.000 jenis produk yang ditayangkan. Walaupun, kenaikan ini masih jauh dari target 1 juta jenis produk tayang pada LKPP, namun hal ini bisa dipandang sebagai langkah awal yang positif.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, kenaikan ini juga didukung dengan kenaikan PDN yang mencapai 104.000 jenis produk tayang atau 50,75% dari total produk yang ditayangkan.

Transaksi pembelian produk lokal di e-katalog juga sudah lebih baik, yang mencapai Rp16,17 triliun dibandingkan penjualan produk impor sebesar Rp8,65 triliun. Meskipun, jika ditelisik lebih lanjut berdasarkan jenis produk yang terjual, ragam produk impor masih mendominasi. Dari 27.033 produk terjual, 14.816 (54,81%) item di antaranya adalah produk impor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini