Pendapatan bersih AMRT tercatat naik 11,97% secara tahunan, dari Rp75,82 triliun pada 2020 menjadi Rp84,90 triliun pada 2021.
"Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dan penambahan jumlah gerai Perseroan dan Entitas Anak sepanjang tahun 2021,” tutur Tomin.
Sejalan dengan antisipasi atas lonjakan inflasi, Tomin menuturkan perseroan menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp3,4 triliun- Rp3,5 triliun pada tahun 2022.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk membuka gerai baru, pembayaran sewa toko yang jatuh tempo, hingga pembelian aset.
Hingga tiga bulan pertama tahun ini, AMRT telah menambah 317 gerai baru, sehingga total gerai menjadi 18.810 gerai, dengan sebaran sebanyak 27% di Jabodetabek, 41% di Jawa non Jabodetabek, dan 32% di luar Jawa.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.