Share

1.951 Hunian Tetap Korban Erupsi Gunung Merapi Rampung, Anggaran Capai Rp350,55 Miliar

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Jum'at 03 Juni 2022 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 470 2604768 1-951-hunian-tetap-korban-erupsi-gunung-merapi-rampung-anggaran-capai-rp350-55-miliar-MnPFkHoUxm.jpg Hunian tetap korban gunung merapi rampung. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Perumahan telah menyelesaikan konstruksi bangunan pada 1.951 hunian tetap (huntap) untuk korban erupsi Gunung Merapi.

Huntap dibangun berukuran 6 m x 6 meter pada tanah seluas 10x14 meter untuk setiap Kepala Keluarga (KK) dan menyatu dengan huntara.

 BACA JUGA:PUPR Teken Pembelian Produk Dalam Negeri Rp778 Miliar

Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan pembangunan yang dilakukan dengan menerapkan konsep tahan gempa.

"Desain dan spesifikasi teknis Huntap menggunakan konsep build back better dengan konsep rumah tahan gempa sistem RISHA. Seluruhnya menggunakan produk dalam negeri," ujar Iwan Suprijanto pada keterangan tertulisnya, Kamis (2/6/2022).

Lebih lanjut, Iwan Suprijanto mengatakan selain bangunan hunian, PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya juga tengah menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas.

Upaya ini untuk menambah kenyamanan bagi penghuni berupa jalan lingkungan, drainase dan dinding penahan tanah dengan progres sudah 95,6%.

"Selain itu juga fasilitas Air Minum dengan progres 88,7% dan prasarana sanitasi berupa sistem pengolahan air limbah dengan progres 84,9%," sambungnya.

Secara rinci, untuk instalasi air minum dibangun reservoir berkapasitas 300 m3, pipa jaringan distribusi sepanjang 5.280 meter, 2 unit broncapture, perlintasan dan asesoris untuk menyambung Saluran Rumah sebanyak 1.951 SR.

Total kapasitas penyediaan air minum sebesar 25 liter/detik untuk 2.000 KK yang bersumber dari Kali Tunggeng dengan debit 10 liter/detik, Kali Pitik 5 liter/detik (gravitasi), dan Hutan Bambu dengan debit 10 litet/detik dengan biaya sebesar Rp17 miliar.

Sementara untuk prasarana sanitasi dibangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 80 - 500 KK dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 2000 KK.

Anggaran pembangunannya sebesar Rp57,5 miliar.

Sebagai informasi, huntap di Lumajang dibangun dengan anggaran sebesar Rp350,55 miliar oleh kontraktor PT Brantas Abipraya dan PT Hutama Karya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini