Share

Sri Mulyani Blakblakan Subsidi Energi Bisa Naik 5 Kali Lipat

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 07 Juni 2022 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 320 2607239 sri-mulyani-blakblakan-subsidi-energi-bisa-naik-5-kali-lipat-PbeaCYr6Y2.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa belanja negara di APBN 2022 melonjak sangat tinggi. Belanja negara yang tadinya di Rp2.786 triliun diperkirakan akan melonjak ke Rp3.106,4 triliun.

Bahkan, komponen terbesar dari kenaikan belanja adalah subsidi dan kompensasi energi yang kenaikannya bisa sampai 5 kali lipat.

"Belanja K/L sebesar Rp948,8 triliun, memperhitungkan tambahan pagu non-RM dan realokasi/pergeseran belanja K/L dan non K/L. Belanja non K/L sendiri sebesar Rp1.352,9 triliun, yang memperhitungkan salah satunya subsidi energi Rp208,9 triliun, lebih tinggi Rp74,9 triliun dari APBN," ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPD RI di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Kemudian hal ini ditambah dengan kompensasi BBM dan listrik sebesar Rp293,5 triliun, lebih tinggi Rp275 triliun dari APBN. Adapun tambahan perlindungan sosial sebesar Rp18,6 triliun, dan realokasi belanja BUN ke K/L dan penyesuaian anggaran pendidikan.

"TKDD memperhitungkan tambahan dana bagi hasil (DBH) kepada daerah dan optimalisasi DAK fisik," ungkapnya.

Kendati demikian, Sri menekankan bahwa pelaksanaan APBN 2022 tetap perlu menurunkan defisit APBN, dimana defisit akan dijaga 4,50% PDB atau lebih rendah dari target APBN 2022 yang sebelumnya 4,85% PDB dan realisasi 2021 sebesar 4,57% dari PDB.

Penurunan defisit untuk menjaga biaya utang yang naik tajam akibat inflasi dan suku bunga.

"Pembiayaan anggaran termasuk menampung tambahan pembiayaan pendidikan dan memanfaatkan tambahan SAL sebesar Rp50 triliun," tandasnya.

Sebelumnya, Sri melaporkan bahwa penerimaan negara menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa tinggi hingga akhir April 2022. Dia memperkirakan posisi ini masih bertahan di akhir Mei 2022.

"Outlook pendapatan negara hingga akhir tahun kita perkirakan akan mencapai Rp2.266,2 triliun, artinya ini Rp420,1 triliun di atas APBN kita, ini berita baik bahwa Indonesia memiliki pendapatan yang lebih tinggi lebih dari Rp400 triliun dibanding dalam APBN," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini