Share

Wall Street Anjlok, Saham Amazon hingga Apple Terjun Bebas

Antara, Jurnalis · Jum'at 10 Juni 2022 07:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 10 278 2608979 wall-street-anjlok-saham-amazon-hingga-apple-terjun-bebas-rpRsAa7fnD.jpg Wall Street Berakhir Melemah. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Kamis. Hal ini disebebkan kecemasan investor menjelang laporan data inflasi AS yang diperkirakan menunjukkan harga-harga konsumen tetap tinggi pada Mei. Saham pertumbuhan pun memimpin penurunan pasar secara luas.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 638,11 poin atau 1,94% menjadi 32.272,79 poin. Indeks S&P 500 merosot 97,95 poin atau 2,38% menjadi 4.017,82 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 332,05 poin atau 2,75% menjadi 11.754,23 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor layanan komunikasi dan teknologi masing-masing tergelincir 2,75% dan 2,72% memimpin kerugian.

Baca Juga: Wall Street Sepekan Balik Menguat, Lonjakan Inflasi Masih Jadi Sorotan

Ketiga indeks utama mencatat persentase penurunan harian terbesar sejak pertengahan Mei. Indeks S&P 500 turun terpuruk 15,7% sejauh tahun ini dan Indeks Nasdaq terperosok sekitar 25%.

Aksi jual meningkat menjelang akhir sesi. Saham-saham pertumbuhan berkapitalisasi besar memimpin penurunan, dengan Apple Inc dan Amazon.com Inc masing-masing merosot 3,6% dan 4,2% dan memberikan tekanan paling besar pada indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Menambah kegelisahan, imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun AS naik sebanyak 3,073%, level tertinggi sejak 11 Mei.

Baca Juga: Wall Street Terjun Bebas, Indeks Nasdaq Anjlok 2,47%

Kenaikan tajam harga minyak baru-baru ini juga membebani sentimen sebelum laporan indeks harga konsumen AS pada Jumat waktu setempat.

"Kami sedang bersiap-siap untuk berita tentang inflasi besok," kata Presiden Chase Investment Counsel, Peter Tuz, dikutip dari Antara, Jumat (10/6/2022).

"Saya melihatnya akan beragam. Jika totalnya tinggi dan angka inti menunjukkan semacam penurunan, saya benar-benar berpikir pasar dapat menguat karena itu akan menunjukkan bahwa segala sesuatunya sedikit berguling," tambahnya.

Data diperkirakan menunjukkan bahwa harga-harga konsumen naik 0,7% pada Mei, sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti, yang tidak termasuk sektor makanan dan energi yang bergejolak, naik 0,5% di bulan tersebut.

Pembacaan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga lebih agresif dari yang diperkirakan sebelumnya.

Bank sentral telah menaikkan suku bunga jangka pendeknya sebesar tiga perempat poin persentase tahun ini dan bermaksud untuk mempertahankannya dengan kenaikan 50 basis poin pada pertemuannya minggu depan dan lagi pada Juli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini