Share

Emiten Miliarder Eka Tjipta (INKP) Bagi Dividen Rp273,5 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 13 Juni 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 13 278 2610695 emiten-miliarder-eka-tjipta-inkp-bagi-dividen-rp273-5-miliar-B3CJzHeDzd.jpg Indah kiat bagikan dividen (Foto: Antara)

JAKARTA - PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) bakal membagikan dividen tunai sebesar USD18,8 juta atau setara Rp273,5 miliar dari laba bersih 2021 senilai USD527,08 juta. Pembagian dividen ditetapkan dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Disebutkan, dividen tunai yang dibagikan sebesar Rp50 per saham. Selain dialokasikan sebagai dividen, dana sebesar USD10 juta atau setara dengan Rp145,4 miliar dari laba bersih ditetapkan sebagai cadangan. Kemudian, sisa laba bersih setelah pajak akan dimasukkan sebagai saldo laba (retained earnings).

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui agenda perubahan susunan anggota dewan komisaris dan direksi. Terhitung sejak ditutupnya RUPST, berikut susunan pengurus INKP, untuk dewan komisaris, dengan presiden komisaris dijabat oleh Saleh Husin, komisaris dipegang oleh 3 orang, yakni Sukirta Mangku Djaja, Kosim Sutiono, dan Andrie Setiawan Yapsir. Adapun komisaris independen juga terdiri atas tiga orang, yaitu Pande Putu Raka, Ramelan, dan Rizal Affandi Lukman.

Sementara itu, di jajaran direksi, hasil RUPST INKP mengukuhkan Hendra Jaya Kosasih sebagai presiden direktur, dengan wakil presiden direktur dijabat oleh Suhendra Wiriadinata. Di barisan direktur ada nama-nama seperti Didi Harsa Tanaja, Agustian Rachmansjah, Partawidjaja, Kurniawan Yuwono, dan Lioe Djohan. Sedangkan direktur/sekretaris perusahaan yakni Heri Santoso Liem.

Di tahun 2021, emiten kertas Grup Sinar Mas mencetak laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai USD527,08 juta. Adapun dari sisi kinerja perusahaan, dalam periode tiga bulan pertama 2022, INKP mencetak penjualan bersih konsolidasian sebesar USD995,7 juta. Meningkat 24,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni senilai USD801,3%.

Kemudian INKP membukukan laba neto konsolidasian sebesar USD176,4 juta pada periode kuartal pertama 2022. Naik 39,2% dibandingkan periode tiga bulan pertama 2021 yang sebesar USD139,3 juta. Analis BNI Sekuritas, Mikhail Johanes dalam risetnya pernah mengatakan, meredanya krisis energi di China telah membawa sinyal positif bagi harga komoditas global, termasuk pulp. "Apabila gangguan pasokan menjadi normal dan harga turun, kami memperkirakan top line INKP tetap kuat karena lonjakan permintaan dari kemasan kertas dan produk tisu,"ujarnya.

Dirinya melihat masih ada sentimen negatif yang dapat berdampak ke kinerja INKP pada 2022. Sentimen tersebut adalah gangguan rantai pasokan akibat kurangnya kontainer kargo dari kemacetan pelabuhan. “Hal ini dapat membuat biaya pengiriman yang lebih tinggi dan menghambat laba perusahaan," ucapnya.

Sebaliknya, apabila biaya pengiriman menjadi normal di 2022, menurutnya hal ini akan menjadi pertanda baik bagi keuntungan produsen meskipun terdapat tekanan harga pulp. "Dalam pandangan kami, jika harga pulp turun, produsen kertas masih dapat mempertahankan profitabilitas mereka karena lonjakan permintaan untuk kemasan dan tisu sangat berbeda," tulisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini