Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasca-Listing di BEI, Hillcon Janji Bagikan Dividen

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Kamis, 16 Juni 2022 |14:33 WIB
Pasca-<i>Listing</i> di BEI, Hillcon Janji Bagikan Dividen
Hilicon Bagikan Dividen (Foto: Okezone/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTAPT Hillcon Tbk dengan kode emiten HILL berkomitmen membagikan dividen setelah melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Perseroan dalam prospektusnya yang dirilis di Jakarta, kemarin menyebutkan, setelah penawaran umum perdana saham akan membagikan dividen kas kepada pemegang saham sebanyak banyaknya 80% dari laba tahun 2021.

Calon emiten pertambangan dan kontraktor ini berhasil membukukan laba bersih di 2021 sebesar Rp403,69 miliar.

Laba bersih tersebut melonjak dari Rp86,34 miliar pada 2020, dan Rp4,17 miliar pada 2019. Peningkatan laba bersih terjadi seiring dengan peningkatan pendapatan.

HILL membukukan pendapatan usaha Rp1,98 triliun pada 2021, naik dari Rp1,02 triliun pada 2020 dan Rp633,85 miliar pada 2019.

Perseroan juga mengungkapkan, seluruh dana hasil dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan oleh entitas usahanya, PT Hillconjaya Sakti (HS).

Di mana sekitar 55% untuk modal kerja HS terkait dengan biaya produksi penambangan, termasuk diantaranya biaya terkait bahan bakar, gaji, biaya overhead, dan pemeliharaan alat-alat berat.

Untuk memuluskan aksi korporasi tersebut, perseroan telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Sucor Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi bersama.

Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp500 hingg 600 miliar atau tumbuh 23 hingga 48% dibandingkan raihan laba bersih tahun 2021 sebesar Rp404,3 miliar.

Direktur Hillcon, Jaya Andika menjelaskan, untuk menopang target tersebut perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp700 miliar hingga Rp1 triliun.”Belanja modal berasal dari dana IPO dan pinjaman perbankan,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu menjelaska perseroan berencana menggelar penawaran umum perdana (intial public of fering/IPO) kepada publik sebanyak 2.211.500.000 saham pada 14-18 Juli 2022 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jumlah saham yang ditawarkan mencapai 15% dari modal disetor Hillcon setelah IPO saham. IPO ini didahului dengan penawaran awal pada 15-29 Juni 2022.

Kedepannya, Hillcon memiliki ekosistem bisnis nikel yang lengkap. Ini seiring pertumbuhan penjualan mobil listrik dan peningkatan konsumsi nickel metal industri baterai. Ekosistem ini didukung oleh produsen nikel dalam negeri.

“Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia,” kata Direktur Utama Hillcon, Hersan Qiu.

Hersan menjelaskan, penjualan industri mobil listrik tumbuh dua kali lipat pada 2021 mencapai 6,4 juta unit. Pertumbuhan mobil listrik diperkirakan mencapai 38 juta unit pada 2030, atau sebesar 40% dari total penjualan mobil dunia. Konsumsi mobil listrik yang pesat akan menjadi kunci pertumbuhan konsumsi nikel pada dekade ini.

Nikel dipakai oleh Baterai Mobil Listrik karena memberikan jarak tempuh yang panjang jika dibandingkan dengan baterai lain.

Menurut Hersan, investasi oleh Industri Baterai Mobil Listrik saat ini difokuskan pada baterai berbasis Nikel melalui perusahaan seperti CATL, LG Energy Solution, Tesla.

“Konsumsi nikel untuk Mobil Listrik diperkirakan mencapai 1,1 juta ton pada 2030 jika dibandingkan dengan 200 ribu ton pada 2022,” katanya.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement