Share

Saraswanti Anugerah (SAMF) Tebar Dividen Rp16,7/Saham

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 17 Juni 2022 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 278 2613309 saraswanti-anugerah-samf-tebar-dividen-rp16-7-saham-7MWCJtMGRO.jpg Saraswanti Anugerah (SAMF) tebar dividen Rp16,7 per saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) memutuskan untuk membagikan dividen tahun buku 2021 sebesar Rp16,7 per saham atau senilai total Rp85,57 miliar.

Di mana dividen tersebut berasal dari laba tahun berjalan Rp171,14 miliar pada tahun buku 2021.

"Sedangkan sisa laba tahun berjalan akan dicatatkan sebagai laba ditahan,"kata Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur, Yahya Taufik dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Meski sepanjang tahun 2021 dihadapkan dengan tantangan besar, tapi Saraswanti berhasil memenuhi seluruh kontrak di tengah kondisi pandemi.

 BACA JUGA:Duta Pertiwi (DUTI) Bagi Dividen Rp703 Miliar, Simak Jadwalnya!

Hal itu, tercermin dari angka penjualan yang meningkat sebesar 31,45% menjadi Rp1,85 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,41 triliun.

Sebelumnya, Saraswanti mencetak lonjakan laba bersih yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 318% menjadi Rp 77,13 miliar pada kuartal I-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 18,45 miliar.

Untuk lonjakan tersebut menjadikan laba per saham naik dari Rp 3,6 menjadi Rp 15,05 per saham. Pertumbuhan tersebut memperkuat keyakinan manajemen terhadap kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2022 akan jauh melampaui pencapain Saraswanti selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Meskipun, kinerja keuangan perseroan tahun 2021 telah melonjak, dibandingkan periode 2020.

Untuk lonjakan laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan perseroan mencapai 182,92% menjadi Rp 839,49 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 296,72 miliar.

Dia menjelaskan kalau , lonjakan penjualan tersebut ditopang tingginya permintaan pupuk dan adanya kenaikan harga jual pupuk.

"Salah satu faktor penyebab kenaikan harga jual pupuk adalah adanya kenaikan harga bahan baku pupuk," ucapnya.

Diketahui, , laba sebelum pajak juga meningkat sekitar 324% menjadi Rp 100,81 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 23,76 miliar.

Pencapaian ini membuat perseroan semakin optimistis bahwa kinerja tahun ini akan jauh lebih baik bila, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perseroan mencatat hingga kuartal I 2022, aset mencapai Rp 2,1 triliun dengan liabilitas Rp 1,16 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini