Share

BEI Temukan Transaksi Tak Wajar pada Indosterling Technomedia (TECH)

Anggie Ariesta, Jurnalis · Senin 20 Juni 2022 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 278 2614535 bei-temukan-transaksi-tak-wajar-pada-indosterling-technomedia-tech-yPaEFXtlQJ.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) dalam radar pantauan akibat peningkatan harga saham diluar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Diketahui, emiten yang bergerak di bidang teknologi informasi dan digital yang melayani beragam pasar Business-to-Business (B2B) ini menunjukkan gerak saham yang naik 77,08% sejak sebulan.

Saham TECH dalam perdagangan 5 hari terakhir bahkan naik 1.650 poin atau 28,45%.

 BACA JUGA:Peluang BPR Cari Modal di Pasar Saham

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham TECH yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy, dikutip Senin (20/6/2022).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundangundangan dibidang Pasar Modal.

Sejak dibuka menguat pagi ini, saham TECH pada 09.35 WIB terpantau turun 4,93% di level 7.225.

Informasi terakhir mengenai TECH adalah informasi tanggal 16 Juni 2022 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait keterbukaan informasi pemegang saham tertentu.

Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan Penghentian Sementara Perdagangan terhadap Saham TECH di Pasar Reguler dan Tunai pada periode 25 Agustus hingga 1 September 2021, Penghentian Sementara Perdagangan terhadap Saham TECH di Pasar Reguler dan Tunai pada 18 Agustus 2021 dalam rangka Cooling Down, serta UMA pada 13 Agustus 2021 atas perdagangan saham TECH.

"Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham LAND tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulis direksi bursa.

Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa.

Dengan mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini