Share

Kesal di PHK, Mantan Pegawai Elon Musk Layangkan Gugatan

Heri Purnomo, iNews · Selasa 21 Juni 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 21 320 2615524 kesal-di-phk-mantan-pegawai-elon-musk-layangkan-gugatan-GCA4F1Yxym.jpg Elon Musk (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan mobil listrik AS Tesla Inc (TSLA) mendapat gugatan dari mantan karyawannya. Di mana gugatan tersebut terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Gugatan itu diajukan oleh John Lynch dan Daxton Hartsfield, yang masing-masing dipecat pada 10 dan 15 Juni dari pabrik raksasa Tesla di Sparks, Nevada, Amerika Serikat (AS). Dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Selasa (21/6/2022), gugatan diajukan Minggu (19/6/2022) malam di Texas.

Pada gugatan tersebut tercantum bahwa lebih dari 500 karyawan diberhentikan dari pabrik NevadNevad.

Gugatan itu menyatakan bahwa perusahaan tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang pemutusan hubungan kerja. Padahal menurut undang-undang, harus ada pemberitahuan 60 hari sebelumnya.

"Tesla baru saja memberitahu karyawan bahwa PHK mereka akan segera berlaku," tulis dalam gugatan tersebut.

Terkait dengan gugatan tersebut, pihak Tesla belum memberikan tanggapannya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebelumnya, isyarat adanya PHK di perusahaan Tesla telah disunggung oleh pemiliknya yaitu Elon Musk pada awal juni 2022.

Menurut email yang diterima Reuters, Elon Musk mengatakan punya firasat buruk tentang ekonomi saat ini dan Tesla sepertinya perlu memangkas karyawan sekitar 10 persen.

Dilain sisi, seorang pengacara yang mewakili para pekerja Shannon Liss-Riordan mengatakan Tesla menawarkan hanya akan memberikan satu minggu pesangon untuk karyawan yang akan dipecat.

"Cukup mengejutkan bahwa Tesla secara terang-terangan melanggar undang-undang perburuhan federal dengan memberhentikan begitu banyak pekerja tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu," kata Shannon Liss-Riordan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini