Share

Elon Musk Klarifikasi Pemecatan Sejumlah Karyawan Tesla

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 320 2616014 elon-musk-klarifikasi-pemecatan-sejumlah-karyawan-tesla-ZOvH7FIHFb.jpg Elon Musk. (Foto: Reuters)

JAKARTA – CEO Tesla Elon Musk mengklarifikasi soal banyak pekerja Tesla yang akan diberhentikan. Hal ini menyusul gugatan mantan karyawan yang mengklaim pembuat mobil listrik ini melanggar undang-undang perburuhan AS.

Musk mengatakan bahwa Tesla akan mengurangi tenaga kerja yang digaji sebesar 10% dalam tiga bulan ke depan. Sementara pada saat yang sama, Elon Musk bakal meningkatkan jumlah karyawan yang dibayar per jam.

 BACA JUGA:Kesal di PHK, Mantan Pegawai Elon Musk Layangkan Gugatan

Sebuah laporan awal bulan ini mengatakan, Musk ingin memangkas 10% pekerjaan. Dalam memo itu, Musk dilaporkan tidak memiliki perasaan tentang ekonomi.

Akan tetapi, dalam e-mail tindak lanjut kepada Staf Tesla yang diperoleh oleh CNBC, Musk mengklarifikasi bahwa perusahaan akan mengurangi jumlah pegawai yang digaji sebesar 10% dan meningkatkan staf per jamnya.

Musk menyebut PHK Tesla akan memengaruhi sekitar 3,5% dari keseluruhan tenaga kerjanya.

“Setahun dari sekarang, saya pikir jumlah kepala kita akan lebih tinggi baik dalam gaji maupun per jam,” kata Musk dikutip CNBC, Rabu (22/6/2022).

Sebelumnya, dua mantan karyawan Tesla mengajukan gugatan terhadap perusahaan dengan tuduhan melanggar undang-undang federal AS mengenai PHK massal.

Di bawah Undang-Undang Pemberitahuan Penyesuaian dan Pelatihan Kembali Pekerja, pengusaha diharuskan untuk memberikan pemberitahuan 60 hari sebelumnya tentang PHK massal atau penutupan pabrik.

Musk pun menolak pentingnya gugatan itu. Dia mengatakan bahwa tidak memiliki kedudukan.

"Itu adalah gugatan kecil dengan konsekuensi kecil," katanya.

"Apa pun yang berhubungan dengan Tesla menjadi berita utama, apakah itu kecelakaan sepeda atau sesuatu yang jauh lebih serius," jelasnya.

Namun, perlakuan Musk terhadap pekerja akhir-akhir ini mendapat sorotan.

Dia baru-baru ini mengatakan kepada karyawan Tesla bahwa mereka harus datang ke kantor setidaknya 40 jam seminggu atau meninggalkan perusahaan.

Sementara bos teknologi lainnya, termasuk Parag Agrawal, CEO Twitter, yang Musk coba beli telah merangkul drive pasca-Covid ke dalam kerja jarak jauh.

Dia mengatakan orang yang ingin bekerja dari jarak jauh harus berpura-pura bekerja di tempat lain.

Selain itu, perusahaan Elon Musk juga menghadapi tuduhan rasisme terhadap pekerja kulit hitam. Pada Februari, Departemen Ketenagakerjaan dan Perumahan yang Adil California menggugat Tesla atas keluhan tentang diskriminasi dan pelecehan rasial.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini