Share

BI Yakin RI Bakal Jadi Standar Dunia untuk Urusan Sistem Pembayaran

Antara, Jurnalis · Rabu 22 Juni 2022 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 320 2616238 bi-yakin-ri-bakal-jadi-standar-dunia-untuk-urusan-sistem-pembayaran-22VBrqXzHk.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimis Indonesia akan menjadi standar global baik untuk infrastruktur sistem pembayaran maupun pasar keuangan dalam waktu dekat.

Bank sentral kini terus membangun infrastruktur pasar uang untuk saling terhubung, terintegrasi, dan dapat bertukar informasi dengan sistem pembayaran, terutama di dalam pengembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), BI-FAST, serta Electronic Trading Platform (ETP) Multimatching.

"Hal ini sejalan dengan standar global yakni The Committee on Payments and Market Infrastructures (CPMI)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Peluncuran Laporan "Indonesia Economic Prospects June 2022" yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu langkah pendalaman pasar keuangan yang dilakukan oleh bank sentral dan menjadi prioritas, serta diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemulihan keberlanjutan.

Selain infrastruktur pasar uang, instrumen kebijakan lainnya yang digunakan untuk memperdalam pasar keuangan yakni memperbesar dan melakukan inovasi dan instrumen di pasar, baik pasar valuta asing maupun pasar uang.

Perry Warjiyo menuturkan pihaknya terus memperdalam transaksi Domestik Non Delivery Forward (DNDF) dan pasar repo, serta membangun mekanisme harga melalui IndONIA dan beberapa struktur di pasar uang.

Langkah lainnya yang dilakukan untuk memperdalam pasar keuangan domestik yaitu mengembangkan pembiayaan hijau untuk keuangan berkelanjutan.

"Kami berkolaborasi dengan pemerintah dan industri bagaimana memastikan dukungan pendalaman pasar keuangan kami menuju ekonomi hijau dan keuangan hijau," tambahnya.

Dirinya menilai semangat koordinasi yang kuat antara pemerintah dan bank sentral harus terus dilakukan untuk memastikan stabilitas perekonomian. Namun pada saat yang sama pertumbuhan ekonomi juga harus diperkuat untuk menghadapi tantangan harga komoditas global yang tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini