Share

Menteri Basuki Hemat Listrik hingga 40% berkat Konsep Green Building

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Minggu 26 Juni 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 26 470 2618495 menteri-basuki-hemat-listrik-hingga-40-berkat-konsep-green-building-dzLAhVNZfW.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono hemat listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengklaim konsep green building bisa menghemat listrik dan air. Konsep ini sudah diterapkan oleh Kementerian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dengan penerapan tersebut PUPR mampu menghemat pengunaan listrik hingga air. Gedung perkantoran PUPR disebut mampu menghematkan penggunaan listrik hingga 40% serta mampu menghemat air hingga 35%. Hal itu dimungkinkan karena dari sisi penerangan mampu memanfaatkan sinar alami dari matahari.

Sedangkan untuk penghematan air, mampu dilakukan dengan mengolah limbah air bekas wudhu maupun cuci tangan untuk dapat digunakan kembali dan diolah, minimal untuk menyiram tumbuhan yang ada sekitar lingkungan kantor kementerian PUPR.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menghadapi isu lingkungan, setiap pembangunan harus berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon melalui berbagai pembangunan infrastruktur.

"Sebagai contoh pembangunan gedung hijau kantor pusat Kementerian PUPR, pasar tradisional serta rumah susun (rusun) hemat energi, kebun raya dan ruang terbuka hijau, serta pembangunan TPA sampah dengan teknologi sanitary landfill dan incinerator," ujar Menteri Basuki dikutip Minggu (26/6/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain mengandalkan sinar matahari dalam sebagai penerangan, kantor kementerian PUPR juga menggunakan solar panel untuk penerapan efisiensi energi yang berasal di gedung parkir motor. Selain itu teknologi daur ulang air digunakan di area taman.

Menteri Basuki menyebut setiap pembangunan infrastruktur juga harus memikirkan dampak dari emisi karbon yang dihasilkan. Mengingat isu perubahan iklim belakangavn semakin menguat, ancaman krisis mengancam dari adanya perubahan iklim.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini