Share

Menperin Tawarkan Peluang Investasi ke Pengusaha-Pengusaha Jepang

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Senin 27 Juni 2022 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 455 2619136 menperin-tawarkan-peluang-investasi-ke-pengusaha-pengusaha-jepang-mJRJK2wKCg.jpg Menperin Agus Gumiwang di Autoparts Business Forum Indoneisa. (Foto: Okezone.com/Tangkapan Layar)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa populasi Indonesia mencapai 270 juta penduduk dengan rasio kepemilikan kendaraan khusus roda 4 tercatat masih rendah. Hal ini pun membuka peluang menggarap sektor otomotif tersebut. 

"Ini memiliki relevansi yang tinggi, ketika kita bicara Indonesia terbesar di dunia, maka GDP Indonesia akan melompat lebih jauh dan lebih tinggi," ujar Menperin dalam acara Autoparts Business Forum Indonesia -Jepang, Senin (27/6/2022).

Baca Juga: RI Gandeng Jepang Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif

"Selain itu akan tercipta calon pembeli kendaraan yang jauh lebih banyak dari negara-negara tetangga kita," sambungnya.

Menperin menjelaskan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk menggarap sektor manufaktur di Indonesia. Menurut rasio kepemilikan yang rendah di Indonesia menunjukkan potensi luar biasa bagi Industri otomotif.

Baca Juga: Naik Helikopter Militer, Presiden Jokowi Hadiri KTT G7

"Kualitas dari produk-produk yang dihasilkan oleh IKM (Industri kecil menengah) sektor otomotif Indonesia tidak perlu lagi kita ragukan," kata Menperin AGK kepada para pengusaha otomotu Jepang.

Sama seperti sebelumnya pemerintah kerap menawarkan bonus demografi Indonesia yang ada saat ini kepada para pengusaha luar negeri. Jumlah penduduk yang banyak dengan rentan usia produktif menjadi modal utama Indonesia untuk berangkat menjadi negara maju.

Di samping itu kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia saat ini juga menjadi barang jualan yang kerap ditawarkan kepada investor untuk menggarap potensi yang ada.

"Kami percaya Indonesia punya nilai strategis yang tidak dimiliki negara lain, yaitu nikel yang sangat banyak sebagai bahan baku baterai mobil listrik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini