Share

Investasi Telkomsel ke GOTO Dipertanyakan, Untung atau Rugikan Negara?

Antara, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 278 2620784 investasi-telkomsel-ke-goto-dipertanyakan-untung-atau-rugikan-negara-sUehxhSk3q.jfif Pro Kontra Investasi Telkomsel ke GOTO. (Foto: Okezone.com/GOTO)

JAKARTA - Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR RI membahas soal investasi Telkomsel ke perusahaan digital, PT Gojek Tokopedia atau GoTo. Panja Komisi VI ingin memastikan bahwa investasi BUMN ke Goto sebagai keputusan tepat, menguntungkan dan bernilai strategis bagi negara.

"Kita harus dukung keputusan investasi ini," kata Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty, dalam Rapat Panitia Kerja Komisi VI, dikutip dari Antara, Kamis (30/6/2022).

Dalam Panja terdapat dua narasumber yang hadir dalam forum itu, yakni Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang dan Asisten Profesor Entrepreneurship and Technology Management Interest Group dari SBM ITB Dina Dellyana.

Baca Juga: Gelar RUPST, GOTO Sepakat Rombak Susunan Komisaris hingga Direksi

Sejumlah Anggota Panitia Kerja bertanya kinerja saham GoTo, harga wajar kini, dan proyeksi ke depan, di antaranya Harris Turino. Ia mempertanyakan metode valuasi yang digunakan Edwin Sebayang dalam menyusun forecast.

"Jika forecast anda benar, artinya kapitalisasi pasar GOTO bisa mencapai lebih dari Rp560 triliun. Apakah masuk akal?" tanya Harris.

Edwin yang diberondong berbagai pertanyaan tentang valuasi lantas menjelaskan beberapa metode mulai dari harga dibandingkan transaksi bruto, rasio price book value, hingga menghitung potensi bisnis ke depan.

Baca Juga: Sibuk Kejar Profit, GOTO Tak Lagi Bakar Duit?

"Setiap sekuritas punya cara melakukan valuasi. Kami di MNC Sekuritas menghitung harga wajar saham GoTo pada Rp500. Jadi, masih punya upside cukup besar ke depan. Ini investasi yang bagus," kata Edwin di hadapan forum Panja Komisi VI RI.

Dia menjelaskan pergerakan harga saham seperti GoTo dipengaruhi banyak faktor. Target harga Rp500 bisa jadi akan tercapai dalam waktu dekat, akhir tahun atau bisa juga tidak tercapai.

"Yang mesti kita ingat, ada faktor 'x' yang bisa mengubah keadaan dan proyeksi, misalnya suku bunga The Fed, inflasi tinggi di negara maju, dan perang Ukraina,” jelas Edwin.

Dirinya pun memandang bahwa GoTo adalah perusahaan yang menarik dengan rencana bisnis yang sangat jelas untuk menuju profit. Investor melihat kekuatan Gojek, Tokopedia, dan Gopay sebagai alasan untuk berinvestasi di perusahaan ini.

Edwin mengimbau agar publik tidak mencari permasalahan terkait investasi Telkomsel ke GoTo mengingat investor asing juga banyak berinvestasi di GoTo bahkan sampai mendominasi.

Dia menjabarkan ada empat alasan mengapa perusahaan rintisan merah putih, seperti Gojek dan Tokopedia menjadi incaran investor asing.

Pertama, potensi ekonomi digital Indonesia yang sangat besar. Kedua, adanya pertumbuhan perusahaan rintisan yang cepat dan mempunyai potensi bisnis berkelanjutan. Apalagi ekonomi digital dipercaya merupakan bisnis masa depan.

Ketiga, adanya potensi jangka panjang mendapatkan keuntungan besar, baik dari sisi pendapatan maupun valuasi perusahaan. Hal ini berkaca pada pengalaman startup digital di luar negeri.

Adapun alasan terakhir karena memiliki peluang sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan dan menghasilkan sumber pendapatan baru dengan memanfaatkan aset dari investor serta perusahaan rintisan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini