Share

Sopir Angkot dan Bus Keberatan Beli Pertalite Harus Daftar Dulu

Ervand David, Jurnalis · Kamis 30 Juni 2022 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 320 2621014 sopir-angkot-dan-bus-keberatan-beli-pertalite-harus-daftar-dulu-LznJySiICR.jfif Beli Pertalite dan Solar Harus Daftar. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA – Pelaku jasa transportasi keberatan dengan rencana beli Pertalite dan Solar pakai MyPertamina. Kebijakan tersebut dinilai menyulitkan pelaku usaha.

Salah Satu Pelaku Jasa Transportasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Usep mengaku keberatan mengenai kebijakan pemerintah untuk membeli BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi, dengan menggunkan aplikasi MyPertamina.

Hal ini dikarenakan para pelaku jasa transportasi rata-rata tidak memiliki ponsel untuk membeli BBM.

“Keberatan dengan kebijakan tersebut. Ini mempersulit para pelaku jasa transportasi untuk membeli bbm jenis pertalite dan solar subsidi,” ujarnya, Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Besok Beli Pertalite dan Solar Harus Daftar, Motor Masih Seperti Biasa Ya!

Selain itu, para supir angkutan umum dan bus juga masih minim sosialisasi mengenai kebijakan tersebut. Para pelaku jasa transportasi umum menganggap pemerintah seharusnya dapat melihat masyarakat yang masih belum mempunyai ponsel pintar sebelum melakukan penerapan kebijakan tersebut.

Menurut sejumlah supir angkutan umum, rata-rata dalam satu hari konsumsi bbm mencapai lima belas liter pertalite per hari. Jika menggunakan aplikasi MyPertamina, para supir angkutan umum kesulitan untuk mendapatkan BBM subsidi di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022. Dari pendaftaran, pengguna akan mendapatkan QR Code yang dapat digunakan untuk pembelian BBM Subsidi di SPBU Pertamina.

Baca Juga: Beli Pertalite Pakai Aplikasi Disoroti KPPU, Pertamina: Masih Bisa Cash

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan inisiatif ini dimaksudkan dalam rangka melakukan pencatatan awal untuk memperoleh data yang valid dalam rangka penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.

“Data pengguna yang terdaftar dan telah mendapatkan QR Code ini adalah bagian dari pencatatan penyaluran Pertalite dan Solar agar bisa lebih tepat sasaran, bisa dilihat trennya, siapa penggunanya. Kami pun tidak mewajibkan memakai aplikasinya, hanya perlu daftar melalui website yang dibuka pada 1 Juli nanti,” kata Alfian.

Untuk memastikan implementasinya dapat dilakukan dengan lancar, Alfian menjelaskan tahapan-tahapan pendaftaran pun tidaklah susah. Masyarakat dapat mengakses website subsiditepat.mypertamina.id dan siapkan dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung. Jika seluruh syarat telah dipenuhi, masyarakat untuk melakukan konfirmasi ‘daftar sekarang’.

“Data yang sudah didaftarkan akan diverifikasi atau dicocokkan dengan kesesuaian persyaratan. Jika semua terpenuhi maksimal 7 hari kerja, maka pengguna tersebut akan dinyatakan terdaftar dan menerima QR Code melalui email, atau melalui notifikasi di website,” jelas Alfian.

Jika menerima notifikasi adanya kekurangan atau ketidakcocokan dokumen, masyarakat bisa mencoba kembali melakukan pengisian data kendaraan dan identitasnya sesuai rekomendasi kekurangan yang ada.

Untuk kemudahan dan mengantisipasi kendala di lapangan, selain diakses dengan aplikasi MyPertamina, QR Code yang diterima juga bisa diprint out dan dibawa fisiknya ke SPBU ketika ingin melakukan pengisian Pertalite dan Solar. QR Code tersebut kemudian akan dicocokkan datanya oleh operator SPBU.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, tahapannya sangat mudah, yang penting memastikan sudah daftar dan memastikan datanya sudah terkonfirmasi. Jika sudah menerima QR Code, maka transaksi akan berjalan seperti biasa,” imbuhnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini