Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Usaha Astra International (ASII) Berencana Akuisisi Bank Jasa Jakarta Rp3,87 Triliun

Anggie Ariesta , Jurnalis-Senin, 04 Juli 2022 |11:48 WIB
Anak Usaha Astra International (ASII) Berencana Akuisisi Bank Jasa Jakarta Rp3,87 Triliun
Anak usaha ASII berencana akuisisi Bank Jasa Jakarta. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan bahwa anak usahanya yakni PT Sedaya Multi Investama (SMI) alias Astra Financial berencana membeli 1.138.088 lembar saham baru yang mewakili 49,56% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor di PT Bank Jasa Jakarta.

Adapun aksi korporasi ini untuk mengembangkan bank digital dalam ekosistem digital Grup Astra.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (4/7/2022), berdasarkan penandatanganan Shares Subscription Agreement (SSA) Sedaya Multi Investama dan Bank Jasa Jakarta, mereka telah meneken perjanjian pembelian saham baru sebanyak 49%.

Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp3,87 triliun yang dilakukan pada 1 Juli 2022.

 BACA JUGA:Astra Agro Lestari (AALI) Cetak Laba Bersih Rp514 Miliar di Kuartal I-2022, Melonjak 34%

"Transaksi tersebut tunduk pada dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan dalam SSA, termasuk persetujuan OJK terkait dengan Rencana Transaksi," tulis Corporate Secretary ASII, Gita Tiffani Boer.

Perlu diketahui, tujuan dari Rencana Transaksi adalah sebagai pengembangan usaha dan investasi Sedaya Multi Investama.

Manajemen Astra International memang pernah mengaku sedang menjajaki investasi di perbankan dan bank digital, meski saat itu masih enggan mengungkapkan target bank yang akan diakuisisi.

Dengan aksi korporasi tersebut, Grup Astra akan bermitra dengan Welab Ltd. dalam mengendalikan Bank Jasa Jakarta.

Selanjutnya pada akhir tahun lalu, Welab yang merupakan perusahaan milik Sequoia Capital dan miliarder Li Ka-Shing, membeli 24% saham Bank Jasa Jakarta.

Mengutip Bloomberg, WeLab mengucurkan USD240 juta atau sekitar Rp3,46 triliun dari investor lama dan investor baru untuk mendanai akuisisi tersebut.

Perusahaan teknologi finansial (Fintech) tersebut berencana mulai mengoperasikan bank digital di Indonesia pada semester kedua tahun ini.

Jika terealisasi, Bank Jasa Jakarta akan menjadi bank digital kedua WeLab, setelah peluncuran bank digital di Hong Kong pada 2019.

Kerja sama Astra dengan WeLab sebenarnya sudah terjalin sebelumnya. Pada April 2018, kedua entitas usaha ini membentuk perusahaan patungan di bidang fintech, yaitu PT Astra WeLab Digital Arta (AWDA).

Hasilnya, ada platform fintech lending atau pinjaman online, Mau Cash, yang beroperasi di bawah PT Federal International Finance milik Astra.

Sedangkan bagi Grup Astra, pembelian saham Bank Jasa Jakarta tersebut bakal membuka jalan untuk kembali ke bisnis perbankan, setelah melepas saham PT Bank Permata Tbk ke Bangkok Bank pada tahun lalu.

Sebagai informasi, Bank Jasa Jakarta dikembangkan oleh keluarga Iskandar Widyadi sejak tahun 1984 untuk melayani perorangan maupun usaha kecil dan menengah (UKM).

Saat ini, Bank Jasa Jakarta memiliki jaringan kantor yang terdiri dari satu kantor pusat, 11 kantor cabang pembantu, dan 2 kantor kas dan menyediakan ATM yang beroperasi di bawah jaringan Prima dan Alto, di seluruh Tanah Air.

Grup Astra melalui Bank Jasa Jakarta berpotensi akan bersaing dengan pemain bank digital di Indonesia.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement