Share

Kemnaker Lepas 250 Pekerja Migran RI ke Inggris

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 04 Juli 2022 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 320 2623117 kemnaker-lepas-250-pekerja-migran-ri-ke-inggris-iwzpqYKHTY.JPG Ilustrasi pekerja migran. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melepas 250 Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor formal Agriculture Workers (Pekerja Pertanian Musiman) ke Negara United Kingdom (UK) melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PT Alzubara Manpower Indonesia.

Pelepasan perdana sebanyak 250 dari 500 PMI secara simbolis dilakukan Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Suhartono didampingi, Stafsus Dita Indah Sari dan Ketua Umum APJATI Ayub Basalamah di ruang Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Minggu (3/7/2022) kemarin.

Suhartono mengatakan setelah pandemi dan penutupan penempatan PMI, pihaknya merasa bangga melepas 250 PMI sektor perkebunan ke Inggris Raya tersebut.

 BACA JUGA:Migran Indonesia Meninggal di Tahanan Imigrasi, Mendagri Malaysia: Orang Bisa Mati Dimana Saja

Dia mencatat formasi sektor perkebunan di UK diantaranya Clock House Ltd (Firmin, Kenth word, Cox Health, Salman), MansField, Alan Hill Scotland, Dearnsdale, J Myath, G.H Dean dan Oakdane.

Menurut Suhartono, seluruh PMI yang akan diberangkatkan telah menjalani seluruh proses yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI) Nomor 18 Tahun 2017 beserta turunannya.

"Permintaan tenaga kerja yang cukup tinggi di sektor perkebunan di UK ini, menunjukkan bahwa kesempatan kerja bagi para pencari kerja luar negeri begitu besar dan kesempatan ini turut menyerap supply angkatan kerja Indonesia, " ucapnya.

Terkait hal tersebut, Suhartono meminta P3MI tak hanya sekedar mencari peluang kerja, tetapi juga harus menempatkan PMI yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi serta memiliki etos kerja baik.

Sehingga akan meminimalisasi permasalahan di masa mendatang.

Suhartono menegaskan kesempatan bekerja ke UK bukan hanya untuk memperoleh penghasilan saja, namun menjadi peluang untuk memicu peningkatan daya saing PMI.

"Para PMI juga dapat memanfaatkan untuk memperoleh keterampilan, pengetahuan dan membentuk karakter, " katanya.

Sedangkan Ayub Basalamah mengungkapkan mayoritas 250 PMI, akan ditempatkan di Skotlandia dan Inggris.

Dia berpesan agar 250 PMI bekerja dengan penuh rasa syukur sehingga dapat mencerminkan citra bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang besar, santun, taat aturan dan bangsa yang unggul SDM-nya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini