Share

Hewan Terinfeksi Virus PMK Tidak Berbahaya dan Aman Dikonsumsi

Heri Purnomo, iNews · Senin 04 Juli 2022 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 320 2623519 hewan-terinfeksi-virus-pmk-tidak-berbahaya-dan-aman-dikonsumsi-BJ60CQsvGb.jpg Kementan Terus Sosialisasi Wabah PMK ke Masyarakat. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berusaha mensosialisasikan soal wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Ditegaskan bahwa hewan terkena PMK aman untuk dikonsumsi.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peneternakan Hewan Kementan, Tri Mela Sari mengatakan, Kementerian Pertanian bakal berpartisipasi dalam Indo Livestock 2022 untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai wabah PMK. Kementan akan memberi sosialisasi dalam bentuk seminar kepada para peserta dan masyarakat.

Dia menegaskan, wabah PMK pada hewan aman dikonsumsi, selama prosesnya sesuai selama pengelolaan daging dilakukan seperti biasa.

Baca Juga: Mentan Klaim Tingkat Kesembuhan Hewan Terjangkit PMK Tinggi

"Nanti akan kami jelaskan di pameran ini detil di mana semua masyarakat bisa membuat bahwa PMK ini tidak berbahaya bagi manusia. Apalagi jika konsumsinya dilakukan secara benar, misalnya dengan pemanasan pada suhu tertentu sehingga layak dikonsumsi," ungkapnya, Senin (4/7/2022).

Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen Peternakan Hewan (PKH) akan memfasilitasi 12 Dinas Provinsi untuk memamerkan produk unggulannya dalam pameran Internasional Indo Livestock yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada tanggal 6-8 Juli 2022.

Baca Juga: 4 Fakta Darurat Wabah PMK Jelang Idul Adha, Kementan Minta Anggaran Rp4,6 Triliun

Tri Mela Sari mengatakan, fasilitas ini berikan untuk memamerkan produk unggulannya untuk dapat memperluas jaringan pemasaran. Adapun Dinas Provinsi tersebut yakni, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Barat.

"Tujuan mengikutsertakan Dinas sebagai peserta pameran dalam ajang Indolivestock kali ini adalah untuk mengangkat potensi unggulan daerah pada ajang pameran berkelas internasional, sehingga produk unggulan daerah yang potensi ekspor dapat lebih dikenal masyarakat luas dan membantu pelaku usaha daerah yang Sebagian besar UMKM memperluas jaringan pemasaran," ujaranya.

Dirinya mengatakan produk yang akan dipamerkan oleh 12 Dinas Provinsi yakni seperti abon, olahan daging domba, keju, madu, serta olahan daging itik.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa pameran ini bisa dimanfaatkan oleh 12 Dinas Provinsi tersebut mencotoh berbagai macam produk uang sudah berhasil merambah ekspor.

"Pavilliun ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat memotivasi perusahaan dalam negeri lainnya untuk bisa melakukan ekspor sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian untuk melaksanakan GRATIEKS (gerakan tiga kali lipat ekspor) komoditas pertanian, memperkenalkan kepada masyarakat luas, memperluas jangkauan serta jaringan pemasaran sehingga siap bersaing di dunia internasional dan menjadi wadah komunikasi pelaku usaha yang mungkin kedepan dapat menjalin kerja sama dalam mengembangkan usaha mereka," katanya.

Mela berharap bahwa dengan pameran ini nantinya diharapkan tidak hanya sekedar pameran bisa, namun dapat dievaluasi daei nilai kontrak dagang atau kesepatan dagang yang terjadi selama pameran ini berlangsung.

"kami harapkan acara ini menjadi kesempatan yang baik bagi pertumbuhan industri pertanian berkelanjutan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini