JAKARTA - Sri Lanka dikabarkan tengah berjuang keras mengumpulkan USD587 juta atau setara Rp8,82 triliun untuk membayar pengiriman BBM. (Kurs:Rp15.030)
Dikutip VOA, Sri Lanka kekurangan uang setelah negara tersebut mengalami krisis.
Adapun negara berpenduduk 22 juta jiwa ini tidak mampu membayar impor bahan makanan, pupuk, obat-obatan dan BBM yang penting karena krisis dolar yang parah.
Menteri Tenaga Kerja Kanchana Wijesekera menjelaskan kalau pengiriman BBM baru sedang disiapkan.
BACA JUGA:Krisis Sri Lanka, Sopir Taksi Sampai Nginap 2 Hari di SPBU
Namun, pihaknya sedang berjuang mengumpulkan cukup uang untuk membayar pengiriman itu karena bank sentral hanya dapat memasok sekitar USD125 juta.
Sri Lanka kini anya memiliki sisa cadangan 12.774 ton solar dan 4.061 ton bensin.
“Minggu ini kami membutuhkan 316 juta dolar untuk membayar pengiriman baru. Jika kami menambahkan dua pengiriman minyak mentah, maka jumlahnya akan meningkat menjadi USD587 juta,” ujar Wijesekera dikutip VOA, Selasa (5/7/2022).