Untuk pengiriman pertama 40.000 ton diesel dari Coral Energy diharapkan tiba pada 9 Juli dan pembayaran sebagian pengiriman sebesar 49 juta dolar sudah harus dilakukan untuk pengiriman kedua dari Vitol pada Kamis (7/7/2022).
Sebagai informasi, akibat keterbasan BBM itu membuat Sri Lanka pekan lalu menutup sekolah, meminta PNS untuk bekerja dari rumah, dan membatasi pasokan BBM pemerintah untuk layanan penting.
Negara tersebut harus berusaha mengumpulkan dana dari pasar terbuka dan mencari opsi pembayaran yang lebih fleksibel dari pemasok.
Kemudian, rencana untuk menyelesaikan utang sebesar USD800 juta dolar kepada tujuh pemasok untuk pembelian BBM tahun ini sedang dibahas.
Lalu, pejabat-pejabat Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan akan terus melangsungkan pembicaraan dengan Sri Lanka untuk kemungkinan penyediaan dana talangan sebesar USD3 miliar.
Sayangnya, pencairan dana talangan segera dari IMF tidak memungkinkan karena negara harus terlebih dahulu memulihkan beban utangnya pada jadwal yang mampu dikelola oleh negara itu.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.