Share

Transaksi Perbankan Digital Diprediksi Naik Rp51.000 Triliun, ATM Tak Terpakai Lagi?

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Senin 11 Juli 2022 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 320 2627376 transaksi-perbankan-digital-diprediksi-naik-rp51-000-triliun-atm-tak-terpakai-lagi-an1vUum4eB.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

BALI - Transaksi perbankan digital meningkat pesat selama pandemi covid-19. Pembatasan mobilitas masyarakat memaksa layanan perbankan dilakukan serba digital.

Beralihnya layanan keuangan digital mengurangi transaksi melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Bahkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, layanan perbankan digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun.

"Apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp 51.000 triliun. Itu juga kemajuan. Ini bisa memperkuat ekonomi kita," kata Perry, Senin (11/7/2022).

Menurut Perry, penguatan sinergi dan akselerasi ekonomi keuangan digital merupakan arahan Presiden Jokowi.

"Kita lihat seberapa cepat perkembangan e-Commerce naik 31% sebesar Rp536 triliun. Uang elektronik tahun ini diperkirakan Rp360 triliun. Naik 18% apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun," ujarnya.

Layanan perbankan digital juga didukung oleh elektronifikasi bansos, transaksi keuangan daerah, dan digitalisasi berbagai moda transportasi.

"Pada 2019, BI meluncurkan blue print digitalisasi sistem pembayaran indonesia. Yang dalam 5 tahun kita mencoba mendigitalkan itu. Karena tidak ada transaksi ekonomi dan keuangan yang tidak melalui sistem pembayaran. Kita mendukung penuh presiden mendigitalkan ekonomi keuangan nasional," tukasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Berdasarkan data BI, nilai transaksi uang elektronik pada Mei 2022 tumbuh 35,25% (year on year/yoy) mencapai Rp32 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% (yoy) menjadi Rp3.766,7 triliun./

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit hanya mengalami peningkatan 5,43% (yoy) menjadi Rp630,9 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini