Share

Peringatan Sri Mulyani: Krisis Pangan Dunia Bakal Lama

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Jum'at 15 Juli 2022 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 320 2630265 peringatan-sri-mulyani-krisis-pangan-dunia-bakal-lama-IEOYY9TRhx.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina memicu krisis pangan di dunia. Bahkan krisis pangan diprediksi akan berlangsung lama.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan krisis pangan akan berlangsung hingga tahun depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan krisis pangan terjadi dalam waktu yang lama.

"Ini bukan kabar baik bagi kita semua. Pandemi yang belum selesai dan perang yang berlangsung di Ukraina kemungkinan akan memperburuk ketahanan pangan akut 2022 yang sudah parah, yang kita semua sudah lihat bersama," kata Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7).

Selain krisis pangan, Sri Mulyani memandang krisis pupuk yang terjadi saat ini akan mengancam ketahanan pangan. Sri Mulyani bilang, krisis pangan bisa terjadi hingga 2023 dan waktu selanjutnya.

"Krisis pupupk yang mengancam juga berpotensi memperburuk krisis pangan hingga 20223 dan seterusnya. Ada urgensi di mana krisis pangan ini harus ditangani," jelasnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga menyoroti meningkatnya harga pangan membuat jutaan rakyat di dunia rawan krisis pangan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Jumlah orang yang menghadapi kerawanan pangan akut meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2019 Sebelum pandemi dari 135 juta menjadi 276 juta," kata Sri.

Menurutnya, krisis pangan harus segera ditangani. Jika perlu, lanjutnya, kerahkan semua mekanisme pembiayaan yang tersedia untuk menyelamatkan nyawa dan memperkuat stabilitas keuangan dan sosial.

Selain itu, kebijakan ekonomi makro yang baik juga telah membantu banyak negara mengatasi krisis komoditas lain. Bahkan krisis pangan juga diperparah dengan adanya tantangan energi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini