Share

Bocah Citayam Bikin Sudirman Jadi Urban Tourism Baru, Pedagang Kaki Lima Ikut Cuan

Feby Novalius, Okezone · Jum'at 15 Juli 2022 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 470 2629947 bocah-citayam-bikin-sudirman-jadi-urban-tourism-baru-daA5cLyllJ.jpg Fenomena Bocah Citayam di Kawasan Sudirman. (Foto: okezone.com/MPI)

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai Kawasan Sudirman sudah menjadi urban tourism. Hal ini terjadi saat fenomena ABG nongkrong dengan gaya fesyen kekinian ala mereka di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta.

Anak-anak ABG yang datang ke Kawasan Sudirman dan Dukuh Atas tersebut mayoritas untuk jalan-jalan, nongkrong bersama teman-teman dan menikmati suasana Jakarta.

Baca Juga: Citayam Fashion Week Viral, Bakal Mendunia seperti Harajuku Street Fashion?

Aktivitas inilah yang menjadi urban tourism. Kegiatan berwisata di perkotaan dengan menikmati seluruh unsur-unsur di kota tersebut, bahkan hingga gaya hidup kota tersebut yang menjadi daya tarik wisata.

Baca Juga: Maksimalkan Potensi Besar Citayam Fashion Week, Begini Saran Rhenald Kasali

"Ketika Mimin KEPOIN anak nongkrong “SCBD” (Sudirman - Citayam - Bojong Gede - Depok) yang lagi hitz! 👀💥 Sob, kamu pasti tahu tentang viralnya akhir-akhir ini, kan?" tulis Instagram Kemenpar, Jumat (15/7/2022).

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Fenomena ini pun bentuk multiplier effect dari tren media sosial dan urban tourism. Urban Tourism terjadi karena ada konten media sosial dari media, konten kreator, hingga anak nongkrong itu sendiri berhasil membuat Jalan Sudirman jadi ramai dikunjungi dan menjadi destinasi wisata.

Hal lain yang penting adalah, terjadi pertumbuhan ekonomi di sekitar Sudirman. Omzet pedagang seperti penjual kopi dan lainnya meningkat.

Sebelumnya, Pedagang di Kawasan Sudirman dan Dukuh Atas mengaku pendapatannya meningkat seiring banyaknya ABG atau bocah Citayam, Bojonggede dan Depok nongkrong di Kawasan Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat. Bahkan pendapatan dari jualan bisa ratusan ribu Rupiah.

Pedagang Starling (Kopi Keliling) Toriman mengaku senang dengan adanya fenomena Bocah Citayam. Hal tersebut lantaran adanya peningkatan penjualan dibandingkan sebelum adanya fenomena ini.

"Dulu sebelum seperti sekarang (Fenomena ABG di Sudirman) paling banyak Rp200 per hari, tapi pas adanya fenomena itu sehari bisa Rp700 ke atas paling sedikit," katanya.

Namun saat ini, para pedagang mengeluhkan dengan adanya aturan yang tidak memperbolehkannya berjualan di area Taman Stasiun BNI.

"Untuk karang malah ada penuruan omset, karena adanya aturan baru yang tidak memperbolehkan berjualan di situ (area dekat taman)," kata Marya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini