Share

IPO BUMN, Erick Thohir Ogah Jika Sekedar Listring Gaya-Gayaan

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 20 Juli 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 278 2633166 ipo-bumn-erick-thohir-ogah-jika-sekedar-listring-gaya-gayaan-w0GyBdXp6C.jpg Erick Thohir Pastikan BUMN IPO merupakan Perusahaan Besar. (Foto: Okezone.com/AWSJ)

JAKARTA - Sejumlah BUMN berencana melakukan aksi korporasi dengan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menteri BUMN Erick Thohir pun memastikan rencana Initial Public Offering (IPO) BUMN adalah BUMN besar dan efisien secara bisnis. Namun Erick enggan merinci BUMN saja yang dimaksud.

Baca Juga: 5 Fakta IPO BUMN, Intip Persiapan Anak Usaha Pertamina hingga PTPN Melantai ke Bursa Saham

"Perusahaan yang di go publikan, hanya sekadar listing, saya tidak mau. Kalau bukan meng-go publikan sebuah perusahaan, itu benar-benar perusahaan yang besar, sehat, dan bisa bisa menjadi tanggung jawab orang berinvestasi, bukan hanya listing gaya-gayaan," ujar Erick saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Dia mengaku, masih mereview beberapa BUMN yang sudah terdaftar di bursa saham. Langkah ini menjadi tanggung jawab pemegang saham kepada investor dan masyarakat bahwa perseroan yang melakukan IPO adalah mereka yang kuat bisnisnya.

Baca Juga: Jelang IPO, PTPN III Integrasi ke 3 Sub Holding

"Jadi saya mereview beberapa BUMN yang listing, yang mungkin kita akan perbaiki. Saya tidak bicara perusahaan apa, kita harus perbaiki karena ini tanggung jawab kita kepada publik, dan saya sudah ingatkan kepada Direksi dan Komisaris, jangan gaya-gayaan, sekadar listing ternyata perusahaannya gak siap," ungkap dia.

Menurutnya, perubahan tatanan dunia dengan berbagai implikasinya mempengaruhi kinerja emiten di pasar modal. Ini menjadi salah satu alasan pemegang saham dalam mempertimbangkan BUMN yang berencana go publik.

"Kita harus memastikan perusahaan listing ini yang besar, yang pemain. Contoh bagaimana kita sudah melihat performa daripada perusahaan BUMN yang sudah listing yang benar-benar kita lakukan. Perbankan, pertambangan, dan lain lain-lain," kata dia.

"Jangan sekedar listing ya, kalau listing yang benar-benar value yang baik bagi perusahaan, menjaga kepercayaan kepada investasi. Jangan sampai nanti tabungan masyarakat dia merasa return di saham lebih baik daripada deposito, taunya di tipu, ya kan kasian," kanjut Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini