Share

Hadapi Krisis Pangan Global, Bulog Siapkan Strategi Swasembada

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 22 Juli 2022 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 320 2634165 hadapi-krisis-pangan-global-bulog-siapkan-strategi-swasembada-JoRtXEiSL2.jpeg Dirut Bulog Buwas (Foto: MPI)

KENDAL - Krisis pangan diprediksi terjadi akibat perang antara Rusia-Ukraina. Sejumlah pihak bahkan menilai, krisis pangan saat ini bahkan jadi yang terburuk, lebih parah dibanding 2018 silam.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, pihaknya bakal swasembada di tengah situasi pangan di dalam negeri cenderung aman dari ancaman krisis. Pria yang akrab disapa Buwas tersebut tetap tak ingin lengah dengan situasi yang ada, terutama untuk berbagai komoditas bahan pokok seperti beras hingga jagung.


"Pangan harus diwaspadai, dan ini tidak main-main dengan Rusia-Ukraina berperang sehingga mempengaruhi secara keseluruhan. Kalau dulu kita bisa impor gandum dari Rusia Ukraina, sekarang terhenti," kata Buwas saat Press Tour ke MRMP Kendal, Jawa Tengah, Jumat (22/7/2022).

Di satu sisi, Buwas memastikan kondisi pangan nasional aman. Terlebih setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi, surplus produksi pertanian Indonesia terjaga dan mengalami peningkatan.

"Pertama seperti pak presiden sampaikan, kita 3 tahun sudah tidak impor (beras). Tapi bukan terus kita terlena. Maka kita harus tetap menjaga ketahanan pangan kita," tegas Buwas.

"Dengan apa? meningkatkan produksi, tingkatkan CBP yang ada di Bulog, yang sekarang ini sedang digodok keputusannya, berapa pemerintah akan mencadangkan beras pemerintah. Sesuai keputusan Rakortas (target produksi beras) 1-1,5 juta ton. Kita sudah lebih, 1,1 juta ton," imbuhnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Menghadapi krisis pangan yang kini terjadi, Buwas tak ingin negara berpangku tangan pada produksi beras semata. Dia juga ingin hasil produksi bahan pokok pengganti lain semisal jagung dan singkong bisa ikut terdongkrak.

"Tidak cuma beras, ada singkong, jagung, kentang, bahkan sagu, mustinya itu jadi kekuatan pangan kita. Harus dikelola sebagai kekuatan pangan menyeluruh, jadi jangan beras saja," ungkap Buwas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini