JAKARTA - PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) menargetkan untuk bisa meraih keuntungan hingga akhir tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan, MOLI masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,02 miliar sepanjang kuartal I-2022 atau menyusut 92,2% dari kerugian di periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp13,13 miliar.
Sementara itu, penjualan perseroan juga mengalami penurunan sebesar 19,9% menjadi Rp355,27 miliar dari sebelumnya sebesar Rp443,50 miliar.
BACA JUGA:Harga Minyak Bimoli, Fortune hingga Tropical Turun, Cek Ya Bunda!
Produk etanol masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan dengan menyumbang sebesar Rp318,36 miliar, turun dari sebelumnya sebesar Rp411 miliar.
Kemudian, produk karbondioksida menyumbang sebesar Rp16,21 miliar, naik dari sebelumnya sebesar Rp15,90 miliar, produk pupuk juga mengalami kenaikan menjadi Rp13,45 miliar dari sebelumnya sebesar Rp11,81 miliar, dan produk lainnya tercatat sebesar Rp7,24 miliar.